Home / Tak Berkategori

DPRD Kalbar : Administrasi Pemerintahan Hambat Perbaikan Jalan

- Jurnalis

Selasa, 22 Maret 2011 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi C DPRD Kalimantan Barat Mulyadi M Yamin mengatakan perbaikan jalan yang menghubungkan Kabupaten Sanggau dan Sekadau di provinsi itu terhambat rumitnya proses administrasi pemerintah. <p style="text-align: justify;">"Selain karena mekanisme birokrasi dan administrasi, lambannya tanggapan yang diberikan oleh Pemprov Kalbar juga menjadi penghambat pembangunan jalan tersebut," kata Mulyadi M Yamin di Sekadau, Selasa.<br /><br />Dia mengatakan, pembangunan jalan tersebut seharusnya sudah dilakukan pada Maret ini. <br /><br />"Kita sendiri kurang tanggap dalam memperjuangkan dan terlalu terlena karena sudah mengetahui mendapatkan anggaran untuk jalan tetapi tidak diperjuangkan sehingga molorlah perbaikan jalan antara Sanggau-Sekadau," tegas legislator dari daerah pemilihan Kabupaten Sanggau – Sekadau itu. <br /><br />Ia menambahkan, hingga saat ini ruas jalan Sanggau-Sekadau masih sangat memprihatinkan. Meski pemerintah pusat telah menganggarkan dana sebesar Rp50 miliar, tetapi belum dapat digunakan.<br /><br />"Memang sudah ada dana Rp50 miliar dari pusat namun dana tersebut belum bisa digunakan mengingat mekanisme birokrasi yang sudah ada sehingga lamban untuk digunakan dalam perbaikan Jalan Sanggau – Sekadau," katanya menegaskan. <br /><br />Ia melanjutkan, seharusnya satuan kerja yang ada di Pemprov Kalbar dan Pemkab Sanggau maupun Sekadau bekerja proaktif dalam memperjuangkan jalan tersebut. <br /><br />"Kita juga berharap kepada satuan kerja untuk sesegera mungkin meminta kepada pemerintah pusat agar segera mengucurkan dana tersebut mengingat dengan makin parahnya kondisi jalan, akan memicu kerawanan di jalan raya yang membahayakan banyak masyarakat," kata Mulyadi.<br /><br />Untuk itu, dirinya mendesak kepada seluruh pihak terkait segera mungkin merealisasikan perbaikan jalan Sanggau-Sekadau yang memang kondisnya rusak parah. <br /><br />"Jelas kita meminta kepada Dinas PU dan seluruh pihak terkait untuk dapat sesegera mungkin memperbaiki jalan Sanggau-Sekadau," kata dia. <br /><br />Dari kondisi yang ada di lapangan, sepanjang Jalan Sanggau-Sekadau kondisi yang mulus hanya beberapa meter saja, selebihnya dipenuhi dengan lubang besar yang memakan badan jalan.<br /><br />Waktu tempuh yang seharusnya dapat dicapai sekitar 30 menit, menjadi satu setengah jam. <br /><br />"Yang jelas kita juga berharap agar pembangunan jalan tersebut bisa segera dilakukan agar aktivitas masyarakat bisa berjalan lancar," kata Mulyadi.</p>

Berita Terkait

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen
Realisasi APBD 2025 Kecil, Bupati Sintang Minta OPD Sering Rapat Evaluasi
UMKM Desa Kalbar Tampil di Hari Desa Nasional 2026, Kerupuk hingga Dodol Durian Paling Diminati
Awal Tahun 2026 Bertemu Kepala OPD, Bupati Sintang Berikan Arahan

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:12 WIB

Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:15 WIB

Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:12 WIB

Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen

Berita Terbaru