Home / Tak Berkategori

DPRD Pontianak Optimistis APBD Capai Rp 900 Miliar

- Jurnalis

Jumat, 21 Januari 2011 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Arif Jhoni Prasetyo, Jumat (21/01/2011), menyatakan pihaknya optimistis volume Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kota itu tahun 2011 mencapai angka Rp 900 miliar. <p style="text-align: justify;">"Dalam rapat paripurna DPRD pada pertengahan Desember 2010 lalu APBD sebesar Rp 868,80 miliar, angka itu belum termasuk dana bantuan operasional sekolah (BOS) Rp 42,2 miliar, sehingga total APBD Pemkot Rp 911 miliar," kata Arif Jhoni Prasetyo. <br /><br />Ia optimistis, APBD 2011 akan tembus Rp1 triliun, karena masih ada peluang peningkatan volume APBD. <br /><br />Hal itu dapat dilihat dari pendapatan daerah yang masih sangat mungkin bertambah, baik dari PAD (Pendapatan Asli Daerah) maupun kucuran dari APBN melalui dana perimbangan, katanya. <br /><br />&quot;Untuk PAD misalnya, masih sangat mungkin meningkat dari asumsi semula melalui pajak BPHTB," kata Arif. <br /><br />Mekanisme transfer dana BOS mulai tahun 2011 mengalami perubahan, sebelumnya dana BOS harus melalui kementrian Pendidikan. <br /><br />"Sekarang dana BOS ditransfer langsung dari Kementerian Keuangan ke kas daerah," ujarnya. <br /><br />Dosen Muhammadiyah Pontianak itu, kembali mengingatkan agar penggunaan dana BOS tepat sasaran sehingga tidak dijadikan ajang korupsi. <br /><br />"Untuk itu kami minta masyarakat selalu mengawasi penggunaan dana BOS oleh masing-msaing sekolah penerima agar tidak diselewengkan," kata dia. <br /><br />Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kota Pontianak, Mulyadi mengatakan, setiap siswa Sekolah dasar peneriman BOS mendapat Rp400 ribu per siswa/tahun. Sementara untuk siswa Sekolah Menengah Pertama sebesar Rp575 ribu per siswa/tahun. <br /><br />Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan, dana BOS tidak boleh digunakan untuk membayar gaji bagi tenaga guru yang telah diangkat menjadi pegawai negeri sipil. <br /><br />"Tetapi kalau untuk honor kegiatan ekstra kurikuler boleh," jelasnya. <br /><br />Dana BOS memang diarahkan untuk membantu para siswa baik SD – SMP yang tergolong tidak mampu, seperti penyediaan buku, alat tulis, seragam sekolah yang pengelolaannya diserahkan kepada pihak sekolah masing-masing, kata Mulyadi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Pansus IV DPRD Kaltara Kebut Ranperda Literasi, Konsultasi ke Pusat Perbukuan Kemendikdasmen
Ciwanadri Tolak Dana Hibah Pemkab Melawi 2026, Pilih Perkuat Internal
Markus Jembari Dorong Keterlibatan Generasi Muda dalam Pembangunan Daerah Sintang
Rudy Andryas Minta Pemerintah Perhatikan Pengembangan Transportasi Umum, Khususnya Jalur Sungai
Rudy Andryas Soroti Pentingnya Transportasi Sungai bagi Aktivitas Masyarakat di Serawai dan Ambalau
 Anastasia Minta Masyarakat Sintang Harus Melek Teknologi
Anastasia Dorong Tenaga Pendidik di Sintang Kuasai Teknologi untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Pansus III DPRD Kaltara Kebut Pembahasan Dua Ranperda Strategis, Fokus SDA Kayan dan Pemberdayaan Desa

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 16:07 WIB

Pansus IV DPRD Kaltara Kebut Ranperda Literasi, Konsultasi ke Pusat Perbukuan Kemendikdasmen

Minggu, 12 April 2026 - 15:07 WIB

Ciwanadri Tolak Dana Hibah Pemkab Melawi 2026, Pilih Perkuat Internal

Sabtu, 11 April 2026 - 14:24 WIB

Markus Jembari Dorong Keterlibatan Generasi Muda dalam Pembangunan Daerah Sintang

Sabtu, 11 April 2026 - 14:18 WIB

Rudy Andryas Minta Pemerintah Perhatikan Pengembangan Transportasi Umum, Khususnya Jalur Sungai

Sabtu, 11 April 2026 - 14:14 WIB

Rudy Andryas Soroti Pentingnya Transportasi Sungai bagi Aktivitas Masyarakat di Serawai dan Ambalau

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play