Kalangan DPRD Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), meminta perusahaan minyak goreng group PT Smart di Tarjun, Kelumpang Hilir, memproduksi minyak goreng kemasan untuk dijual ke masyarakat lokal. <p style="text-align: justify;">Ketua DPRD Kotabaru Alpidri Supian Noor MAP, Selasa, mengatakan, jika saat ini perusahaan hanya memproduksi minyak goreng curah kemudian dikirim ke luar daerah untuk dikemas, maka hal itu akan merugikan Kotabaru sebagai daerah penghasil.<br /><br />"Karena pajak dari produksi minyak goreng tersebut masuk ke daerah dimana minyak goreng tersebut dikemas, bukan ke Kotabaru sebagai daerah penghasil," jelasnya.<br /><br />Padahal, kata Alpidri, minyak goreng tersebut diproduksi pabrik yang berada di Kotabaru dengan menggunakan bahan baku minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) juga berasal dari perkebunan kelapa sawit yang ada di Kotabaru pula.<br /><br />Alpidri mengemukakan, hingga saat ini pabrik minyak goreng yang merupakan salah satu dari Group perusahaan sawit PT Smart yang berada di Desa Tarjun itu masih memproduksi minyak goreng curah di kirim keluar daerah untuk dikemas dan dipasarkan di luar daerah.<br /><br />Sementara kebutuhan minyak goreng masyarakat Kotabaru didatangkan dari luar daerah.<br /><br />Selain persoalan penerimaan pajak, masalah harga dan ketersediaan minyak goreng kemasan di pasaran juga menjadi salah satu pertimbangan kalangan DPRD Kotabaru meminta agar PT Smart memproduksi minyak goreng kemasan.<br /><br />Dia mengemukakan, jika perusahaan merasa berat untuk mengemas minyak goreng, karena akan naiknya biaya produksi.<br /><br />"Perusahaan dapat menyerahkan sekaligus memberdayakan masyarakat atau koperasi yang ada di sekitar lokasi pabrik," tegasnya.<br /><br />Kebijakan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarkat sekitar pabrik, dan dapat dimasukkan dalam program Corporate social responsibility (CSR) atau community development (CD).<br /><br />Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil dan Mikro Kotabaru H Mahyudiansyah, serta manajemen PT Smart Tarjun, hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi terkait keinginan kalangan DPRD Kotabaru. <strong>(phs/Ant)</strong></p>











