Pinjaman dana bergulir yang difasilitasi melalui APBD Kabupaten Sintang ternyata cukup membantu pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), bahkan dari dana yang disalurkan ternyata tingkat pengembaliannya mencapai 100 persen. <p style="text-align: justify;">“Program awal pinjaman dana bergulir itu ternyata cukup membantu pengembangan UMKM di Sintang,” kata Sri Rosmawati, Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Sintang, Selasa (26/4) di Sintang.<br /><br />Menurutnya, 2010 lalu, dari alokasi Rp 100 juta, semua sudah tersalurkan dan tingkat pengembaliannya juga sudah mencapai 100 persen dengan tambahan kewajiban bunga yang hanya dibebankan enam persen pertahun.<br /><br />Untuk 2011 ini, ia mengatakan sudah diusulkan alokasi pinjaman dana bergulir sebesar Rp 300 juta dan mekanisme pencairan dana berada di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA).<br /><br />Ia menilai program itu akan sangat efektif dan membangkitkan gairah masyarakat mengembangkan UMKM yang ada di Sintang terutama kelompok usaha mikro yang tidak membutuhkan modal dalam jumlah besar.<br /><br />“Kita bukan berbicara ada pengembalian tambahan dari bunga pinjaman, tetapi lebih kepada upaya untuk mengembangkan kegiatan usaha mikro yang ada di masyarakat sehingga berdampak positif bagi peningkatan perekonomian daerah,” ujarnya.<br /><br />Dalam menyalurkan dana pinjaman tersebut, ia mengatakan ada perikatan atau perjanjian yang dibuat antara peminjam dengan pemerintah sehingga dana yang dipinjam itu jelas pertanggungjawabannya.<br /><br />“Pembayaran pinjaman dilakukan tiga bulan setelah pinjaman cair, artinya dari sisi usaha, ada jeda waktu bagi pemilik usaha untuk mengetahui potensi pendapatan dan mengukur kemampuan mengembalikan pinjaman itu,” kata dia.<br /><br />Ketika ada permohonan yang masuk, ia mengatakan proses yang dilakukan adalah verifikasi terhadap pemohon terkait jenis dan skala usaha termasuk besaran aset.<br /><br />Ia mencontohkan pernah satu waktu ada pemohon yang mengajukan pinjaman Rp 5 juta dan ketika diverifikasi, jenis usahanya adalah penangkaran ikan arwana.<br /><br />“Kalau Rp 5 juta paling hanya dapat dua ekor anak ikan arwana, yang seperti itu diperoleh dari proses verifikasi dan tentunya akan diarahkan pada tempat yang tepat seperti bank untuk mendukung tambahan modal usahanya,” imbuhnya.<br /><br />Artinya lanjut dia, dalam memberikan pinjaman dana bergulir ini, pihaknya tetap selektif untuk melihat pemohon mana saja yang layak dibantu.<br /><br />“Kami yakin program itu bisa berjalan efektif jika dilihat dari pelaksanaan program di tahun 2010 lalu, apalagi jika kedepan dana pinjaman bergulir untuk UMKM ini bisa bertambah,” yakinnya. <strong>(phs)</strong></p>











