Home / Tak Berkategori

Enam Hektare Sawah Purbalinga Puso Akibat Wereng

- Jurnalis

Sabtu, 26 Maret 2011 - 06:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menyatakan, tanaman padi di areal seluas enam hektare di daerah itu puso akibat serangan wereng. <p style="text-align: justify;">Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menyatakan, tanaman padi di areal seluas enam hektare di daerah itu puso akibat serangan wereng.<br /><br />"Sawah yang mengalami puso tersebut berada di wilayah Kecamatan Padamara seluas tiga hektare serta Kecamatan Purbalingga, Kutasari, dan Bojongsari, masing-masing satu hektare," kata Koordinator Pengamat Hama Tanaman Distanbunhut Kabupaten Purbalingga, Katiran, di Purbalingga, Sabtu.<br /><br />Kendati demikian, katanya, total luas sawah di Kabupaten Purbalingga yang diserang wereng mencapai 46 hektare tersebar di Kecamatan Padamara, Purbalingga, Kutasari, Bojongsari, Kalimanah, dan Karangreja.<br /><br />"Serangan terluas terjadi di Kecamatan Padamara karena mencapai 12 hektare, disusul Kecamatan Purbalingga seluas lima hektare," katanya.<br /><br />Ia mengatakan, banyaknya sawah yang terserang wereng itu karena saat pascapanen musim tanam sebelumnya, petani langsung menanam padi kembali karena masih tingginya curah hujan.<br /><br />Dengan demikian, kata dia, tanaman padi yang merupakan makanan pokok wereng selalu tersedia.<br /><br />"Biasanya, petani menanam tanaman holtikultura sebagai tanaman sela sebelum menanam padi kembali. Namun petani justru langsung tanam padi," katanya.<br /><br />Selain itu, kata dia, pola tanam yang tidak serempak menjadikan wereng memiliki ketersediaan makanan tanpa putus.<br /><br />Terkait upaya untuk mengantisipasi berkembangnya wereng pada musim tanam mendatang, dia mengatakan, petani dianjurkan membakar jerami pascapanen karena di dalamnya dikhawatirkan terdapat telur wereng.<br /><br />"Sebenarnya petani tidak diperkenankan membakar jerami pascapanen karena jerami tersebut digunakan sebagai kompos. Namun untuk kali ini dianjurkan membakarnya karena dikhawatirkan di dalam jerami terdapat telur wereng," katanya.<br /><br />Upaya lain yang sebaiknya dilakukan petani, katanya, adalah menerapkan pola tanam serempak dan memilih bibit padi varietas tahan serangan wereng antara lain Winongo dan Situbagendit.<br /><br />Kepala Distanbunhut Kabupaten Purbalingga, Lili Purwati, mengatakan, serangan wereng tidak akan mengganggu ketahanan pangan di daerah itu karena diyakini terjadi peningkatan produksi hingga 10,3 persen dibandingkan dengan 2010.(Eka/Ant)</p>

Berita Terkait

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen
Realisasi APBD 2025 Kecil, Bupati Sintang Minta OPD Sering Rapat Evaluasi
UMKM Desa Kalbar Tampil di Hari Desa Nasional 2026, Kerupuk hingga Dodol Durian Paling Diminati
Awal Tahun 2026 Bertemu Kepala OPD, Bupati Sintang Berikan Arahan

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:12 WIB

Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:15 WIB

Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:12 WIB

Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen

Berita Terbaru