FKIP Untan Siap Lakukan Revolusi Pendidikan

oleh

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak DR Aswandi mengatakan siap melakukan revolusi pendidikan, menyusul rencana Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi menutup program studi yang tidak produktif. <p style="text-align: justify;">"Kita akan meminimalkan lulusan yang tidak terserap dunia kerja dengan melakukan revolusi pendidikan," kata Aswandi di Pontianak, Rabu.<br /><br />Menurut dia, Dirjen Dikti akan segera memberlakukan pengawasan ketat terhadap seluruh perguruan tinggi di Indonesia.<br /><br />Ia mengatakan jika ada program studi di suatu fakultas lulusannya banyak yang tidak terserap dunia kerja, maka program studi tersebut akan dievaluasi bahkan memungkinkan untuk ditutup.<br /><br />"Jadi, nantinya Dirjen Dikti bisa saja membuka dan menutup suatu program studi atau fakultas yang tidak produktif," ucapnya.<br /><br />Ia mengatakan secara eksistensi, keberadaan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari kualitas lulusan, tetapi juga tingkat penyerapan dunia kerja terhadap lulusan universitas tersebut.<br /><br />Berdasarkan hal itu, kata dia, sebagai lembaga pendidikan yang mencetak tenaga pengajar FKIP Untan telah melakukan berbagai terobosan untuk menciptakan lulusan yang handal, dan tidak terpaku pada disiplin ilmu yang digeluti mahasiswa selama di perguruan tinggi.<br /><br />"Lulusan FKIP itu tidak mesti menjadi guru tetapi juga merambah pada bidang lainnya. Jika lulusan FKIP tidak berminat atau belum teserap menjadi guru, dia bisa merambah bidang pekerjaan lainnya," kata Aswandi.<br /><br />Ia mencontohkan untuk lulusan Program Studi Pendidikan Ekonomi bisa bekerja di perbankan atau lembaga keuangan lainnya.<br /><br />Lulusan Program Studi Bahasa Indonesia juga bisa menjadi penulis, sastrawan atau jurnalis karena FKIP Untan saat ini telah memberikan mata kuliah tambahan yang diarahkan untuk menambah dan menggali potensi mahasiswa.<br /><br />"Revolusi pendidikan seperti itu yang kita lakukan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa sehingga mudah terserap dunia kerja. Bahkan mahasiswa FKIP nantinya juga bisa membuka peluang kerja baru," tutur Aswandi.<br /><br />Aswandi mencontohkan, jika seorang lulusan FKIP memiliki modal, bisa membuka lembaga pendidikan luar sekolah seperti kursus Bahasa Inggris, Matematika dan mata pelajaran lainnya sesuai disiplin ilmu yang di dapat sewaktu di bangku kuliah.<br /><br />Pada periode kedua tahun 2011 FKIP Untan meluluskan lebih banyak mahasiswa dibanding periode pertama dengan jumlah 510 wisudawan, terdiri atas 18 lulusan S2 dan 492 wisudawan S1.<br /><br />"Kita harapkan para lulusan FKIP bisa benar-benar mengaplikasikan apa yang didapat selama dibangku kuliah dan melakukan inovasi dalam pembelajaran sehingga bisa meningkatkan kualitas pembelajaran di tempat dia mengajar," harap Aswandi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>