Global Fund Mendanai 88 Persen Penanggulangan Tubercolosis

oleh

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Andy Jap mengatakan, Global Fund mendanai sekitar 88 persen penanggulangan tubercolosis (TB) di provinsi itu. <p style="text-align: justify;">"Dari Rp3,4 miliar tersedia, 10 persen dari APBD Kalbar, dua persen dari APBN dan sisanya 88 persen dari GF," kata Andy Jap di Pontianak, Kamis (24/03/2011). <br /><br />Padahal, kata Andy, pendanaan dari GF tersebut sifatnya hanya sementara. Sejak tahun 2003 GF membiayai program penanggulangan TB dan diperkirakan akan berakhir pada 2014. <br /><br />"Jika pembiayaan dari GF berakhir maka dari mana kami akan memiliki dana lagi. Apalagi bantuan tersebut sifatnya sesuai dengan penampilan kami dalam menangani TB," kata Andy Jap dengan nada cemas. <br /><br />Andy sangat berharap, mulai tahun 2011 pembiayaan program penanggulangan TB di Kalbar akan lebih besar lagi pada APBD. <br /><br />"Kami berharap ya dari APBN dan APBD lah," katanya.<br /><br />Selain itu, kata Andy, bantuan yang diberikan GF itu sifatnya stimulan agar pemerintah dapat mandiri. <br /><br />Sementara itu, Kepala Unit Pengobatan Penyakit Paru-Paru (UP4) Provinsi Kalbar Atik Soemardiati mengatakan, GF membiayai seluruh pengobatan bagi penderita TB. <br /><br />"Makanya untuk obat kami memberikannya secara gratis," jelas Atik.<br /><br />Dinas Kesehatan Kalbar mencatat tingkat penelusuran kasus TB sebanyak 4.623 orang, dengan rincian, untuk Kapuas Hulu 75 persen, Sintang 69 persen, Sambas 63 persen, Kabupaten Pontianak 59 persen, Melwai 51 persen, Landak 50 persen, Singkawang 46,4 persen, Sanggau 46,38 persen, Ketapang 44,9 persen, Pontianak 42 persen, Kubu Raya 40 persen, Bengkayang 39,8 persen, Sekadau 34 persen, dan Kayong Utara 33 persen. <strong>(phs/Ant)</strong></p>