Gubernur Kalbar Optimistis Rapbd Disahkan Tepat Waktu

oleh

Gubernur Kalimantan Barat Cornelis menyatakan optimistis Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2011 disahkan tepat waktu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah provinsi itu. <p style="text-align: justify;"><br />"Masih ada waktu sekitar satu minggu untuk pengesahan RAPBD menjadi APBD 2011," kata Cornelis di Pontianak, Kamis (23/12/2010). <br /><br />Pemerintah Provinsi Kalbar bersama legislatif sudah sepakat akan menyelesaikan pembahasan RAPBD 2011 paling lambat akhir Desember, katanya. <br /><br />Gubernur Kalbar meyakini penetapan APBD tersebut tidak akan molor dari jadwal yang ditentukan. "Mudah-mudahan tidak sampai molor," ujarnya. <br /><br />Sebelumnya, Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya mengatakan, APBD Kalbar 2011 diperkirakan sebesar Rp1,845 triliun, sedangkan target pendapatan sebesar Rp1,73 triliun. Maka diperkirakan akan ada sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) sebesar Rp150 miliar. <br /><br />Menurut Christiandy, Silpa sebesar Rp150 miliar tersebut akan digunakan untuk pembiayaan sebesar Rp115 miliar. "Sedangkan Rp35 miliar sisanya akan digunakan untuk penyertaan modal (investasi) daerah," jelasnya. <br /><br />Ketika ditanya investasi sektor mana saja yang akan dilakukan, Christiandy menjelaskan hal tersebut akan melalui pembahasan lebih lanjut antara eksekutif dengan legislatif. <br /><br />"Investasi tersebut untuk pertumbuhan ekonomi di Kalbar juga. Berapa besaran angkanya akan ada pembahasan lanjutan," katanya. <br /><br />APBD 2011 yang direncanakan sebesar Rp1,845 triliun, terdiri dari Belanja Tidak Langsung Rp895,51 miliar lebih dan Belanja Langsung sebesar Rp953,13 miliar lebih. <br /><br />"Jumlah tersebut berimbang, antara belanja langsung dan tidak langsung. Itu sudah baik," kata Christiandy. <br /><br />Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ia menilai tahun ini ada peningkatan karena volume tahun lalu lebih kecil dibandingkan dengan tahun ini. <br /><br />"Ditambah lagi dengan gaji PNS yang tidak mengalami peningkatan sehingga pembiayaan dapat ditekan," jelasnya. <strong&gt;(phs/Ant)</strong></p>