Home / Tak Berkategori

Harga Bensin Pedalaman Barito Rp9.000/Liter

- Jurnalis

Senin, 3 Januari 2011 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga bahan bakar minyak jenis premium atau bensin di tingkat pedagang eceran di Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah dalam sepekan terakhir mengalami kenaikan antara Rp8.500 hingga Rp9.000 per liter sebelumnya Rp7.000/liter. <p style="text-align: justify;">"Naiknya harga bensin ini membuat warga menjerit, selain mahal juga sulit dicari," kata seorang warga Puruk Cahu, Fauzi, Senin. <br /><br />Menurut Fauzi, naiknya harga bensin pada pedagang bahan bakar minyak (BBM) eceran ini dinilai sudah tidak wajar karena sudah diatas harga eceran tertinggi (HET), sehingga pemerintah daerah segera turun melakukan penertiban harga. <br /><br />Padahal, kata dia, HET yang ditetapkan Pemkab Murung Raya sejak 1 Juli 2010 untuk bensin di Puruk Cahu hanya sebesar Rp5.500/liter. <br /><br />"Kami minta pemerintah daerah segera turun tangan terkait melonjaknya harga bensin yang sudah memberatkan masyarakat," katanya. <br /><br />Sementara salah seorang pengecer di Puruk Cahu mengatakan naiknya harga bensin karena pasokan bensin dari APMS yang ada di kabupaten paling pedalaman Sungai Barito ini kurang lancar. <br /><br />Bensin yang di jual sekarang ini dibelinya dari kendaraan dan mobil yang setiap hari membeli bensin di APMS atau SPBU untuk dijual kembali ke masyarakat (pelansir) dengan harga tinggi berkisar Rp8 ribu sampai Rp8.500/liter. <br /><br />"Kami terpaksa menjual harga bensin diatas harga beli, itupun untung yang diambil hanya sedikit, karena hanya untuk menjalankan usaha," kata pedagang eceran yang enggan disebutkan jati dirinya itu. <br /><br />Sebelumnya Wakil Bupati Murung Raya, Nuryakin mengakui kebutuhan BBM di daerah ini masih kurang sehingga pasokan bensin dan solar juga didatangkan dari pedagang kabupaten terdekat. <br /><br />Pasokan BBM untuk tiga APMS di kabupaten paling utara Kalteng ini setiap bulannya mendapat jatah bensin sebanyak 340 kilo liter dan solar 215 kilo liter, sesuai aturan APMS wajib menjual sekitar 20 persen untuk pedagang eceran sedangkan 80 persen bagi kendaraan bermotor. <br /><br />"Kami mengimbau bagi pedagang untuk menjual BBM sesuai HET yang berlaku, kalau masih ditemukan tetap menjual diatas harga yang ditetapkan tersebut akan ditertibkan," kata Nuryakin.<strong> (das/ant)</strong></p>

Berita Terkait

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi
Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan
Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi
Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total
Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal
Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:08 WIB

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:34 WIB

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:47 WIB

Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:12 WIB

Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:54 WIB

Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal

Berita Terbaru

Tumpo yang terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua PSMTI Kabupaten Melawi. (Dedi Irawan)

Berita

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Feb 2026 - 22:08 WIB