Harga Karet Di Pedalaman Barito Terus Naik

oleh

Harga karet jenis slab di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, dalam sepekan hari terakhir hingga akhir Maret 2011 kembali naik mencapai Rp16.000 per kilogram dari sebelumnya sempat anjlok berkisar Rp2.000 – Rp5.000 per kg. <p style="text-align: justify;"><br />"Naiknya harga karet ini merupakan yang keempat kalinya setelah mengalami anjlok pada awal Pebruari 2011," kata seorang petani karet Desa Ipu Kecamatan Lahei, Sumihar di Muara Teweh, Rabu.<br /><br />Sumihar mengatakan terus membaiknya harga karet ini disambut baik para petani karet di kabupaten pedalaman Sungai Barito ini karena mereka khawatir harga karet pada beberapa pekan lalu terus anjlok.<br /><br />Fluktuasi harga karet ini, kata dia, diduga akibat permainan para tengkulak yang menguasai penjualan karet di daerah ini dengan menyesuaikan harga pasar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.<br /><br />"Kendalanya para petani setempat masih tergantung pada para tengkulak, karena di daerah ini tidak ada pabrik karet padahal hasil panen karet cukup banyak," kata dia.<br /><br />Petani karet lainnya, Septa mengatakan, naiknya harga karet ini sesuai pengakuan para spekulan karena persediaan karet yang sempat menumpuk di pabrik di Banjarmasin, kini mulai berkurang sehingga pengusaha membeli kembali karet rakyat.<br /><br />Memang petani tidak mengetahui secara pasti kenapa harga karet kembali naik, namun mungkin permainan para tengkulak tersebut.<br /><br />"Ketika karet turun secara drastis kami sempat menahan atau tidak menjual karet, namun kini mulai berani menjual," jelas petani Desa Kandui Kecamatan Gunung Timang ini.<br /><br />Naiknya harga karet sekarang ini biasanya terjadi kalau pembeli atau pengumpul bersaing membeli karet dari warga, sehingga siapa yang berani membeli dengan harga relatif tinggi akan mendapat karet tersebut.<br /><br />Terus naiknya harga karet ini juga disambut baik petani lain karena saat harga anjlok beberapa bulan lalu mereka tetap menjual dengan harga sangat rendah.<br /><br />"Saya bersyukur harga karet naik, sehingga penghasilan keluarga juga membaik, khususnya menambah penghasilan sehari-hari, meski hujan terus turun yang berdampak berkurangnya hasil produksi karet," kata petani karet Dusun Malawaken Kecamatan Teweh Tengah, Adiono.<br /><br />Karet merupakan salah satu komoditas unggulan kabupaten di pedalaman Kalteng ini karena sebagian besar masyarakatnya mengusahakan perkebunan karet baik bibit lokal maupun unggul.<br /><br />Perkebunan karet rakyat terdapat di enam kecamatan yang luasnya mencapai 52.970 hektare dengan produksi 47.107 ton jenis slab per tahun. <strong>(das/ant)</strong></p>