Harga Karet Di Tabalong Anjlok

oleh

Sejumlah petani karet di Tabalong, Kalimantan Selatan, resah menyusul anjloknya harga karet dari Rp 18 ribu per kilogram menjadi Rp 4 ribu per kilogram. <p style="text-align: justify;">Menurut Sunari, petani karet di Desa Kasiau Kecamatan Murung Pudak, di Tanjung, Sabtu (12/03/2011), harga karet turunnya bervariasi, ada yang turun hingga Rp 2 ribu per kilogram dan sampai Rp 3 ribu per kilogram dalam tiap 2 minggu.<br /><br />Padahal sebelumnya harga karet dalam bentuk mangkokan bisa mencapai Rp 17 ribu lebih, tergantung kualitas masing-masing.<br /><br />"Sekarang harganya sudah turun drastis menjadi Rp4 ribu per kilogram dan belum bisa memastikan apakah bisa naik lagi, yang jelas kami petani karena jadi resah mengingat mahalnya harga sembako saat ini," ujar Sunari.<br /><br />Sebelumnya, dalam satu hektare kebun karet ungkap Sunari. Setiap dua hari ia bisa memperoleh sekitar 40 kilogram atau Rp 600 ribu dengan harga sekitar Rp 15 ribu per kilogram karet.<br /><br />"Karena harga karet turun akhirnya pemasukan pun berkurang dan biasanya saya menjual getahnya dua hari sekali kepada pengumpul," tambahnya.<br /><br />Di tempat terpisah Kadis Perkebunan Tabalong, Saepudin membenarkan soal turunnya harga karet hingga Rp4 ribu per kilogram dan penurunan tersebut dipicu turunnya harga karet dunia.<br /><br />"Turunnya harga karet tak hanya terjadi di Tabalong namun di daerah lain dan ini dipicu dengan turunnya harga karet di pasaran dunia," ujar Saepudin.<br /><br />Bahkan tahun sebelumnya harga karet pun sempat anjlok hingga Rp 3.200 per kilogram namun bisa naik kembali mengikuti perubahan harga di pasaran dunia.<br /><br />"Komoditas karet di Tabalong memang termasuk unggulan, dibanding komoditas lain luas lahan karet terbesar mencapai 53.786 hektare yang merupakan kebun rakyat," jelasnya lagi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>