Ibu PKK Kalbar Belajar Teknologi Nuklir

oleh

Kementerian Riset dan Teknologi RI melatih puluhan ibu-ibu dari Tim Penggerak PKK dan organisasi wanita di Kalimantan Barat (Kalbar) mengenai teknologi nuklir. <p style="text-align: justify;">Menurut Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kalbar, Karyanti Sanjaya, di Pontianak, Selasa (29/03/2011), Kalbar daerah berpotensi bagi pembangunan Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) karena bebas dari gempa bumi.<br /><br />Selain itu, lanjut dia, Kalbar mempunyai potensi bahan baku Uranium yang berada di Kabupaten Melawi.<br /><br />"Ke depan, masalah energi akan menjadi sangat penting. Tidak ada pilihan lain," kata Karyanti Sanjaya.<br /><br />Listrik, katanya, menjadi kebutuhan vital masyarakat dan ke depannya industri semakin meningkat, butuh energi yang sangat besar.<br /><br />Asisten Deputi Jaringan Penyedia Iptek Kementerian Ristek RI, Sri Setiawati mengatakan, PLTN mengakui masih menjadi perdebatan.<br /><br />"Masyarakat perlu mengetahui info mengenai nuklir meski ini teknologi tinggi. Tetapi bukan berarti perempuan tidak perlu mengetahui tentang itu," kata dia.<br /><br />Ia melanjutkan, masyarakat pada umumnya hanya mengetahui tentang bahaya dari nuklir.<br /><br />"Terlebih lagi berita di televisi mengenai kondisi di Fukushima, Jepang," kata Sri Setiawati.<br /><br />Namun, ia menambahkan, dengan adanya teknologi maka nuklir dapat dimanfaatkan demi kepentingan masyarakat banyak.<br /><br />"Seperti Jepang, tiap hari gempa, tetapi ada 50 lebih reaktor nuklir yang dimanfaatkan untuk kepentingan energi," kata dia.<br /><br />Nara sumber dalam kegiatan tersebut dari Badan Pengawas Teknologi Nuklir dan Badan Tenaga Atom Nasional. <strong>(phs/Ant)</strong></p>