Indonesia Bentuk 12 Kerja Sama Ekonomi Komprehensif

oleh

Indonesia telah membentuk sebanyak 12 Kerja Sama Ekonomi Komprehensif dalam bidang perdagangan dengan sejumlah negara <p style="text-align: justify;">Indonesia telah membentuk sebanyak 12 Kerja Sama Ekonomi Komprehensif dalam bidang perdagangan dengan sejumlah negara. <br /><br />Direktur Kerja Sama Bilateral, Direktorat Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional, Pradnyawati, di Makassar, Jumat, mengatakan, dari 12 kerja sama itu masing-masing memiliki bentuk dan kedalaman kerja sama yang berbeda-beda. <br /><br />Kerja sama tersebut telah dibangun dengan negara Jepang, Australia, India, Pakistan, Iran, Chili, Turki, Tunisia, Mesir, Korea Selatan, Uni Eropa, dan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA). <br /><br />"Dari 12 kerja sama tersebut, terdapat satu yang sudah dalam bentuk Economic Partnership Agreement (EPA), yaitu dengan negara Jepang yang sudah berlaku sejak Juli 2008," jelasnya. <br /><br />Ia menambahkan, dua diantaranya dalam bentuk kerja sama Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), dan dua lagi dalam bentuk Comprehensive Economic Cooperation Agreeement (CECA). <br /><br />DI samping itu, masih terdapat bentuk kerja sama lain, yaitu, Free Trade Agreement (FTA) yang dibentuk dengan lima negara, dan satu kerja sama dalam bentuk Preferential Trade Agreement (PTA). <br /><br />"Dari seluruh kerja sama tersebut, masih terdapat satu yang belum disepakati, yaitu antara Indonesia dengan Uni Eropa, dan saat ini dalam status Joint Study Group (JSG) dan dalam tahap pembahasan proposal," imbuhnya. <br /><br />Ia mengatakan, perkembangan global yang sangat kompetitif telah membuat negara-negara di dunia memilih langkah yang lebih strategis dalam menjalin kerja sama ekonomi yang lebih erat dan mendalam. <br /><br />Salah satunya adalah dengan menjalin kerja sama ekonomi komprehensif yang relatif lebih fleksibel, mudah, akomodatif, dan cepat dilakukan. <br /><br />"Dalam hal ini, Indonesia juag tanggap akan perkembangan yang terjadi di dunia dan sedang giat menjalin kerja sama ini dengan mitra dagang potensial, baik negara tradisional maupun non tradisional," tuturnya. <br /><br />Ia menambahkan, dalam membentuk kerja sama komprehensif, Indonesia senantiasa belajar dari pengalaman dengan melalukan perbaikan elemen-elemen utama yang dimasukkan dalam kerja sama. <br /><br />Pada bentuk kerja sama jilid pertama, hanya memasukkan elemen liberalisasi, kerja sama dan fasilitasi, dan pada jilid kedua, Indonesia memaukkan elemen capacity building plus.  (Eka/Ant)</p>