Integrasi HTI-Tanaman Pangan Segera Berjalan

oleh

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sintang, Arbudin mengatakan program integrasi Hutan Tanaman Industri (HTI) dan Tanaman Pangan di Sintang segera berjalan. <p style="text-align: justify;">“Kita masih menunggu hasil pertemuan akhir dalam waktu dekat ini, jika sudah ada kejelasan maka program itu akan segera berjalan,” kata Arbudin.<br /><br />Menurutnya, hingga saat ini program integrasi itu akan dilaksanakan di areal PT Finantara Intiga dengan perkiraan luas 100 hektar dan Inhutani III di Kayan Hilir dengan perkiraan luas 1500 hektar.<br /><br />“Untuk di Areal PT Finantara akan dimulai di Desa Sejirak, rencananya ada dua kelompok tani yang akan mengerjakannya,” jelasnya.<br /><br />Sementara untuk di wilayah Kayan Hilir, masih akan dilakukan koordnasi untuk pembentukan kelompok tani yang akan menggarapnya.<br /><br />“Proram ini adalah program dari pusat dan untuk melaksanakannya memang kita masih harus menunggu koordinasi dari provinsi dulu,” ujarnya.<br /><br />Ia mengatakan, program integrasi ini sebenarnya merupakan faktor tambahan dalam upaya penguatan ketahanan pangan daerah.<br /><br />“Yang jelas lahannya tersedia dan untuk pengolahan lahan dilakukan oleh perusahaan karena tanaman pangan ini akan ditanam bersama kayu milik perusahaan di satu lahan,” paparnya.<br /><br />Sejauh ini menurutnya untuk program integrasi tersebut, perusahaan cukup komit untuk mendukung daerah dalam upaya penguatan ketahan pangan.<br /><br />“Saya lihat tidak ada persoalan karena perusahaan sepertinya komit untuk mendukung program ini,” jelasnya.<br /><br />Humas PT Finatara Intiga (FI), Muryadi mengatakan sebenarnya integrasi HTI-tanaman pangan ini bisa jadi salah satu daya dukung keberadaan HTI.<br /><br />“Masyarakat terberdayakan dan sebelum satu tahun, tanaman hutan juga akan terawat dengan baik bahkan bisa berbagi unsur hara dengan tanaman pangan, apalagi untuk pembukaan dan pengolahan lahan sudah lebih mudah,” ujarnya.<br /><br />Untuk pelaksanaan program itu, ia mengatakan sepenuhnya akan melibatkan masyarakat di sekitar lokasi program.<br /><br />“Selain bantuan bibit dan saprodi, akan ada penyuluh yang diturunkan untuk membantu, nantinya bisa saja ada sekolah lapang agar usaha budidaya yang dilakukan bisa lebih baik,” jelasnya. <strong>(phs)</strong></p>