Jalan Antarnegara Di Kalbar Terendam Banjir

oleh

Jalan antarnegara di Air Hitam, Kabupaten Pontianak, yang menghubungkan Kalimantan Barat dengan Sarawak, terendam setinggi 30 – 50 centimeter sehingga mengakibatkan kemacetan cukup panjang, Kamis sore (09/12/2010). <p style="text-align: justify;">Menurut Soni, salah seorang supir bis Pontianak-Singkawang, kondisi tersebut kerap terjadi terutama menjelang akhir tahun.<br /><br />"Perjalanan cukup terhambat karena banyak kendaraan terutama sepeda motor yang mogok karena nekad menerobos banjir," kata dia.<br /><br />Air berasal dari luapan sungai kecil di sekitar jalan tersebut.<br /><br />Ia menambahkan, selain banjir, angin kencang yang terjadi sepanjang siang juga membuat belasan pohon di pinggir jalan bertumbangan.<br /><br />Warga setempat terlihat bahu-membahu menebang batang pohon yang tumbang ke sisi jalan.<br /><br />Ada juga warga yang meminta sumbangan dari pengguna jalan yang melewati lokasi pohon yang tumbang. Ruas jalan yang tergenang sekitar dua kilometer.<br /><br />Kawasan Air Hitam sudah sering dan menjadi langganan banjir.<br /><br />Kota Pontianak dan kawasan pesisir Kalbar seperti Singkawang, dilanda angin kencang dan hujan lebat.<br /><br />Di Pontianak sendiri, sebagian wilayah terutama di daerah pinggiran Sungai Kapuas yang melintasi kota tersebut, terendam.<br /><br />Diperkirakan ada puluhan ribu rumah yang terkena. Andi Fachrizal, warga Jeruju, Pontianak Barat, mengaku terkejut dengan kondisi itu karena belum pernah terjadi sebelumnya.<br /><br />Ia terpaksa kembali ke rumah dari tempatnya bekerja karena harus memindahkan barang-barang elektronik ke lokasi yang lebih tinggi.<br /><br />Kurniati, warga Jalan Yos Sudarso Gang Blitar Pontianak Barat juga memilih tidak bekerja karena harus memindahkan dan membersihkan rumah setelah banjir.<strong> (phs/Ant)</strong></p>