Semakin meningkatnya korban lakalantas di Kabupaten Kapuas Hulu khususnya di kota Putussibau telah membuat keprihatinan dari kalangan masyarakat. Selain menuding karena ketidak sadaran dalam berlalulintas, masyarakat juga menilai penyebabnya karena masih banyaknya rambu-rambu lalu lintas yang hingga saat ini belum terpasang. <p style="text-align: justify;">Pernyataan ini di sampaikan oleh Asnan Halib selaku Ketua Yayasan Lembaga Kerjasama Antar Masyarakat Desa (YLKAMD) Provinsi Kalimantan Barat kepada kalimantan-news, Selasa (26/04/2011).<br /><br />Menurut Asnan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan arus jalan di Bumi Uncak Kapuas karena tidak jelasnya aturan dalam menggunakan jalan, sebab kata Asnan setiap tempat atau titik yang dianggap rawan kecelakaan tidak dilengkapi dengan rambu-rambu yang dinilai sangat bermanfaat bagi pengguna jalan.<br /><br />“Bagai mana kesadaran masyarakat mau tumbuh dalam menggunakan arus lalu lintas sementara rambu-rambu yang seharusnya terpasang disetiap titik dan simpang-simpang tidak ada , hal ini harus segera ditindak lanjuti oleh instansi terkait dan harus diperhatikan, ” ungkapnya.<br /><br />Ditambahkan Asnan yang menilai bahwa Kapuas Hulu merupakan Kabupaten yang mulai berkembang harus didukung berbagai faktor terutama kelengkapan atribut jalan alias rambu-rambu yang merupakan kemajuan di bidang arus lalu lintas itu sendiri.<br /><br />Selain mengharapkan perhatian Pemerintah terhadap pemasangan rambu-rambu jalan, Asnan juga meminta kepada seluruh masyarakat Kapuas Hulu khususnya yang berada di Kota Putussibau agar selalu menjaga dan memilihara serta menumbuhkan rasa memiliki Kapuas Hulu ini.<br /><br />“Kita harapkan rambu-rambu disepanjang jalan Kota Putussibau segera terpasang, dan bagi masyarakat Kita harapkan juga untuk menumbuhkan rasa memiliki setiap bangunan yang ada sehingga Pemerintah dan masyarakat sejalan dalam bergandeng tangan membangun Kapuas Hulu agar lebih maju,” pungkasnya. <strong>(phs)</strong></p>














