Jalur yang menghubungkan Kota Samarinda dengan Kota Bontang, Kalimantan Timur, lumpuh selama hampir 10 jam akibat genangan air setinggi hampir satu meter di Jalan DI Panjaitan. <p style="text-align: justify;">Dari pantauan hingga Kamis dinihari, antrean panjang kendaraan hingga lebih dua kilometer menyebabkan ratusan kendaraan terlihat tidak bisa bergerak.<br /><br />Bahkan, puluhan kendaraan pengangkut sembako dan BBM (bahan bakar minyak) yang hendak menuju Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur serta Kabupaten Berau tertahan hingga berjam-jam.<br /><br />Genangan air sepanjang 300 meter di Jalan DI Panjaitan terjadi akibat hujan deras mengguyur Kota Samarinda pada Rabu (20/7) sore hingga petang.<br /><br />Kemacetan yang mulai berlangsung sejak Rabu petang pukul 18. 00 Wita menyebabkan antrean kendaraan hingga di Jalan Kesejahteraan dan Jalan PM Noor.<br /><br />"Saya sudah terjebak macet sejak pukul 19.00 Wita dan sampai saat ini belum berhasil melewati genangan air. Bahkan, selama hampir satu jam kendaraan saya tidak bergerak sama sekali akibat banyaknya kendaraan yang terjebak macet," ungkap Untung, seorang pegendara, yang ditemui saat terjebak macet di Jalan Kesejahteraan, Kamis dinihari.<br /><br />Kemacetan diperparah karena tidak adanya polisi yang terlihat mengatur antrean kendaraan tersebut agar tidak berebutan jalur.<br /><br />Hanya ada beberapa pemuda dan warga yang terlihat membantu pengendara yang terjebak macet di kawasan Simpang Tiga Jalan DI Panjaitan dengan Jalan PM Noor dan Jalan Kesjahteraan.<br /><br />"Jika ada polisi yang mengatur kendaraan yang terjebak macet ini, mungkin antrean tidak akan separah ini. Banyak pengendara yang berebutan mengambil jalur sehingga arus lalu lintas menjadi semrawut. Genangan air cukup tinggi sepanjang 300 meter itu mencapai pinggang orang dewasa sehingga banyak kendaraan yang mogok. Kendaraan yang mogok itulah menjadi penyebab lumpuhnya jalur ini karena tidak ditarik sehingga menghalangi kendaraan lain," kata seorang pemuda yang ikut membantu para sopir yang terjebak kemacetan.<br /><br />Salah seorang sopir angkutan sembako tujuan Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Rahim mengatakan, kendaraanya sudah terjebak macet selama lebih tiga jam di jalur itu.<br /><br />"Selama setengah jam kendaraan saya bergerak hanya hingga 10 meter. Padahal, sebelum tengah malam sembako ini biasanya sudah sampai di Sangatta, namun sampai pukul 02.00 Wita saya masih terjebak macet di Samarinda," kata Rahim.<br /><br />Kemacetan di jalur Samarinda – Bontang tersebut membuat sejumlah sopir terlihat turun dari kendaraannya untuk melihat genangan air sambil menunggu kendaraan lainnya bergerak.<br /><br />"Kalau kendaraan dinyalakan terus tentunya akan sangat boros BBM, sehingga saya terpaksa matikan dan baru dinyalakan saat kendaraan di depan saya mulai bergerak," ungkap pengendara lainnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














