Meskipun beberapa bahan sembako di kabupaten Sintang sudah mulai merangkak naik menjelang Natal dan Tahun Baru, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Dan UKM Kabupaten Sintang menyatakan tidak akan melakukan Operasi Pasar Khusus untuk. Hal itu disebabkan tidak adanya anggaran untuk melakukan OP Khusus tersebut. <p style="text-align: justify;">"Kita tidak ada lagi anggaran untuk melakukan OP Khusus," kata Kepala Disperindagkop Dan UKM Sintang, Hery Syamsudin kepada kalimantan-news.com di ruang kerjanya, Jumat (10/12/2010).<br /><br />Namun demikian, meski tidak melakukan OP Khusus, pihaknya tetap akan OP biasa bekerjasama dengan pihak ke-3 yakni para distributor yang memasukan barang-barang kebutuhan pokok. OP tersebut rencananya akan dilaksanakan di beberapa titik di Sintang.<br /><br />"Kita akan melakukannya dibeberapa titik, seperti di daerah kelam dan sebagainya, dan kita akan utamakan untuk kebutuhan pokok Natal dan Tahun baru" ungkap Hery Syamsudin.<br /><br />Dijelaskan pula, menjelang natal dan tahun Baru ini, rata-rata kebutuhan pokok sudah mulai merangkak naik namun kenaikan tersebut dinilai belum terlalu signifikan. Dirinya mencontohnya beras yang semula harganya sekitar Rp 7.000, kini naik sekitar angka Rp 100-200. Ditambahkan, dari kebutuhan pokok yang ada, hanya terigu yang dinilai sangat rawan stoknya.<br /><br />"Yang sangat rawan adalah terigu. Dibeberapa tempat keberadaannya sudah mulai langka. Begitu stok datang, langsung habis di borong," ungkapnya.<br /><br />Kenaikan harga juga diakui tidak hanya terjadi pada kebutuhan pokok utama, tetapi juga terhadap harga daging baik sapi maupun ayam.<br /><br />"dari pantauan kita, harga daging sapi perkilonya yang saat menjelang idulfitri Rp 85.000, kini harganya hampir menyentuh angka 100 ribu per kilonya," katanya<br /><br />Berdasarkan kajian pihaknya, kenaikan kebutuhan pokok ini selain dipengaruhi oleh momen menjelang hari raya, juga yang tak kalah mempengaruhi adalah kondisi cuaca untuk pengiriman ke wilayah Kalimantan.<br /><br />"Kita sudah memahami jika sebagian besar kebutuhan pokok di Sintang ini berasal dari Pulau Jawa. Jadi kendala cuaca sangat mempengaruhi ketersediaan yang akhirnya berimbas pada harga." jelas Hery Syamsudin.<br /><br />Secara keseluruhan kondisi stok kebutuhan pokok untuk Kabupaten Sintang masih dapat terpenuhi hingga Januari 2011. <strong>(phs)</strong></p>










