Setelah tidak terdengar perkembangan dari wacana pemekaran kabupaten Ketungau, sejak seminar pertama dilaksanakan 26 Januari tahun lalu, gema pemekaran kini bergaung kembali. <p style="text-align: justify;">Menurut Sekretaris LSM Lingkar Ketungau Batas Bersatu, Yudios, S.Sos, M.Si wacana pemekaran tahun lalu kembali di buka, dengan akan menggelar Seminar mengenai Kabupaten Persiapan Ketungau pada 9 Mei 2011 mendatang.<br /><br />“Kalau pada tahun lalu digelar untuk tujuan daerah otonom, tapi kali ini judulnya adalah pembentukan Kabupaten Persiapan Ketungau,” ungkap Yudios kepada Kalimantan-news, Jum`at (15/04/2011) di DPRD Sintang.<br /><br />Mengapa labelnya berubah menjadi kabupaten persiapan, Yudios mengatakan jika peluang untuk pembentukan daerah otonom sekarang sudah sulit, sehingga peluang yang masih bisa dilakukan adalah dengan kabupaten persiapan, yang masanya selama 3 tahun.<br /><br />“Jika kabupaten persiapan dapat dinilai mampu selama 3 tahun tersebut, maka akan ditetapkan sebagai Kabupaten secara resmi,” tuturnya.<br /><br />Dirinya menambahkan, pemekaran yang didengungkan tersebut sebagai salah satu jalan agar wilayah perbatasan tidak menjadi wilayah yang termarjinalkan dari daerah lainnya dalam kesejahteraan masyarakatnya maupun pembangunan.<br /><br />“Kita ingin agar kawasan perbatasan ini tidak lagi tertinggal dengan daerah lain, karena bagaimanapun juga kawasan perbatasan merupakan beranda terdepan atau wajah bangsa,” ungkapnya.<br /><br />Menurutnya, ketika wajah bangsa itu sendiri tidak pernah diperhatikan pemerintah pusat, maka dapat menuntut kepada pemerintah pusat.<br /><br />“Apa sebenarnya keinginan pusat terhadap kawasan perbatasan itu. Jangan hanya mengusulkan anggaran saja akan tetapi actionnya tidak ada,” tandas Yudios.<br /><br />Wacana pembentukan kabupaten persiapan Ketungau ini, lanjutnya bukan semata berkembang karena faktor emosional ataupun kepentingan elit politik, tetapi karena murni keinginan masyarakat Ketungau itu sendiri. Selain itu, wacana mengenai Kabupaten Ketungau ini juga sebagai nagian dari upaya untuk mendorong terbentuknya provinsi Kapuas Raya.<br /><br />“Ini juga sebagai upaya kita mendorong pembentukan provinsi Kapuas Raya,” katanya.<br /><br />Untuk kawasan perbatasan sendiri dengan wacana Kabupaten Persiapan Ketungau ini, sambungnya ditargetkan sebelum UU pemekaran yang baru keluar, proses dari usulan sudah masuk ke Depdagri.<br /><br /><br /><strong>Gunakan Hak Inisiatif Pemerintah</strong><br /><br />Yudios mengungkapkan, untuk terealisasinya pembentukan Kabupaten Persiapan Ketungau ini, akan ditempuh dengan menggunakan hak inisiatif dari pemerintah sendiri.<br /><br />“Yang kita inginkan ada jemput bola dari Pemerintah. Hak inisiatif sendiri ada dua yang dapat dipergunakan, pertama dari wakil rakyat dan kedua dari pemerintah sendiri. Kita akan gunakan opsi kedua yakni mendorong dari pihak pemerintah,” jelasnya.<br /><br />Menurutnya, jika prosesnya melalui hak inisiatif dari pemerintah sebagai pilihannya, maka tinggal mendorong upaya tersebut. Apalagi untuk kabupaten persiapan Ketungau ini, grand design yang sudah dibuat diakui langsung oleh tim dari Depdagri.<br /><br />“Bahkan mantan Bupati Sintang Elyakim Simon Djalil masuk dalam Tim,” ungkapnya.<br /><br />Dijelaskan pula, untuk kabupaten persiapan Ketungau ini, telah ditetapkan Ketungau Tengah sebagai pusat pemerintahan, dengan pertimbangan akses kebeberapa wilayah lebih dekat jika berada di Ketungau Tengah. <br /><br />Yudios mengungkapkan, rencana untuk dilakukannya seminar guna kembali mewacanakan pembentukan Kabupaten Ketungau ini juga mendapat tanggapan positif dari Bupati Sintang Drs.Milton Crosby, M.Si.<br /><br />“Kita sudah bertemu dengan Pak Bupati, dan beliau sangat merespon positif dengan kegiatan kita sekaligus juga mendukung pembentukan Kabupaten Persiapan Ketungau itu,” katanya.<br /><br />Bahkan, lanjutnya, Bupati juga mendorong hal yang sama tidak hanya untuk jalur Ketungau tapi juga jalur Kayan.<br /><br />“Namun untuk Kayan, kata beliau belum ada aspirasi yang berkembang dari arus bawah,” ungkap Yudios.<br /><br />Diungkapkan pula, pada saat pertemuan dengan Bupati Sintang, Bupati berjanji setelah pelaksanaan seminar nanti akan memeyakinkan kepada Gubernur bahwa untuk percepatan pembangunan wilayah perbatasan ini, satu-satunya cara yang dapat dilakukan agar tidak tertinggal dengan wilayah lain adalah dengan dilakukannya pemekaran.<strong> (*)</strong></p>











