Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Barat Hazairin Haderi mengatakan tidak semua tanaman pangan mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi. <p style="text-align: justify;">"Berkaitan dengan pupuk subsidi ada tanaman yang mendapatkan pupuk subsidi seperti padi, karet, jagung," kata Hazairin di Pontianak, Jumat.<br /><br />Menurutnya, tidak semua komoditas mendapatkan subsidi, melainkan hanya untuk komiditas strategis saja. Bisa jadi adanya keluhan petani yang mengatakan tidak mendapatkan pupuk subsidi itu karena tanaman yang ia tanam memang tidak diprioritaskan untuk menerima pupuk bersubsidi.<br /><br />"Tetapi untuk pupuk komersial, silakan saja petani bisa membelinya di toko-toko pupuk komersial yang ada," jelas Hazairin.<br /><br />Mantan Kepala Dinas Urusan Pangan Kota Pontianak itu mengatakan, untuk pembelian pupuk bersubsidi sangat berbeda dengan pupuk komersial.<br /><br />"Untuk mendapatkan harus mengikuti prosedur yang berlaku," ungkapnya.<br /><br />Tahun 2011 Kalbar menerima alokasi pupuk bersubsidi jenis Urea sebanyak 42 ribu ton, NPK sebanyak 41 ribu ton, SP36 sebanyak 8.000 ton.<br /><br />"Jika ditotalkan jumlahnya lebih dari 90 ribu ton," kata Hazairin.<br /><br />Ia menambahkan, jumlah alokasi pupuk bersubsidi tersebut, jika dibandingkan dengan alokasi tahun sebelumnya mengalami peningkatan.<br /><br />"Naik sekitar 5 persen," katanya lagi.<br /><br />Hanya saja, lanjut dia, serapan pupuk bersubsidi tersebut kepada petani tidak penuh. Padahal, pupuk itu disediakan untuk mereka.<br /><br />"Faktornya bisa jadi karena petani pada saat pemesanan salah, atau pun mekanisme pendistribusiannya yang masih perlu disempurnakan," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














