Home / Tak Berkategori

Kalbar Kekurangan 2.000 Orang Guru

- Jurnalis

Minggu, 26 Desember 2010 - 06:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat Alexius Akim memperkirakan pada tahun 2011 provinsi itu akan kekurangan guru sebanyak 2.000 orang. <p style="text-align: justify;">"Sudah sejak lama Kalbar kekurangan guru, tapi yang mengkhawatirkan lagi pada tahun 2011," katanya di Pontianak, Sabtu (25/12/2010). <br /><br />Akim mengungkapkan, pengangkatan guru berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) tahun 1976 yang didominasi guru SD akan pensiun, sehingga jumlah kekurangan guru semakin banyak. <br /><br />"Untuk itu, ke depan Kalbar akan meminta kebijakan khusus, berupa ketentuan atau persyaratan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lebih menyentuh substansi persoalan untuk mengatasi kekurangan guru tersebut," jelas Akim. <br /><br />Selain itu, kata dia, perhitungan untuk mengatasi kekurangan guru juga tidak bisa didasarkan pada jumlah atau kuota penerimaan tenaga pengajar dalam formasi CPNS, karena, kekurangan guru di Kalbar cukup bervariatif, mulai dari guru SD dan SMP pada mata pelajaran tertentu. <br /><br />Ia juga menambahkan, jika tidak ada kebijakan khusus dengan kata lain, penerimaan CPNS untuk formasi guru tahun depan masih mengacu pada ketentuan sekarang. <br /><br />"Maka, diperkirakan jumlah guru akan tetap kurang khususnya guru SD, sedangkan penambahan justru akan terjadi pada jumlah guru SMP, dan itu akan menimbulkan masalah lain," katanya. <br /><br /><strong>Minta guru berinovasi </strong><br /><br />Di tempat terpisah Wali Kota Pontianak Sutarmidji meminta kepada tenaga pendidik atau guru di kota itu untuk berinovasi dalam proses belajar mengajar di sekolah. <br /><br />"Sekarang harus berinovasi, tanpa inovasi mustahil akan memperoleh prestasi terbaik," kata Sutarmidji. <br /><br />Menurutnya, jika seorang guru hanya terpaku pada standar proses belajar mengajar yang telah dibuat seperti yang berlaku selama ini tentunya akan sulit menciptakan prestasi yang gemilang di tingkat kota, provinsi maupun nasional. <br /><br />Dia melihat hal tersebut terjadi di beberapa sekolah negeri di Kota Pontianak. Sehingga sekolah yang paling banyak berprestasi justru sekolah swasta. <br /><br />"Saya yakin sekolah-sekolah swasta yang berprestasi itu banyak inovasi dalam proses belajar mengajarnya," ungkap Sutarmidji.<strong> (phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Mediasi Sengketa Lahan 251 Hektare PT MUTU Memanas, Kantan Rangga Maja Tegaskan Hak Garapan Keluarga Sejak 2008
Pemprov Kaltara Raih Predikat “Informatif” pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025
Bupati Sujiwo Tinjau Penataan Kawasan Taman Serdam Sungai Raya
Pasipers Kodim Sintang Hadiri Seminar Percepatan Pembentukan Provinsi Kapuas Raya
Manajemen CUKK Gelar Temu Gauk Bersama Jurnalis di Sintang
SMSI Sintang Siap Jalankan Program Kerja 2025–2029
Gubernur Kalbar Dukung 1.000 Persen Perjuangan Pembentukan Provinsi Kapuas Raya
Masyarakat Kawasan Timur Kalbar Harap Presiden Buka Moratorium Terbatas Bagi Kalbar

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 23:52 WIB

Mediasi Sengketa Lahan 251 Hektare PT MUTU Memanas, Kantan Rangga Maja Tegaskan Hak Garapan Keluarga Sejak 2008

Senin, 15 Desember 2025 - 20:21 WIB

Pemprov Kaltara Raih Predikat “Informatif” pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025

Senin, 15 Desember 2025 - 20:06 WIB

Bupati Sujiwo Tinjau Penataan Kawasan Taman Serdam Sungai Raya

Senin, 15 Desember 2025 - 19:59 WIB

Pasipers Kodim Sintang Hadiri Seminar Percepatan Pembentukan Provinsi Kapuas Raya

Senin, 15 Desember 2025 - 19:52 WIB

Manajemen CUKK Gelar Temu Gauk Bersama Jurnalis di Sintang

Berita Terbaru

Kubu Raya

Bupati Sujiwo Tinjau Penataan Kawasan Taman Serdam Sungai Raya

Senin, 15 Des 2025 - 20:06 WIB

Sintang

Manajemen CUKK Gelar Temu Gauk Bersama Jurnalis di Sintang

Senin, 15 Des 2025 - 19:52 WIB