Kalbar Minta Komitmen Pusat Untuk Perencanaan Perbatasan

oleh

Kepala Badan Pengelola Kawasan Perbatasan dan Kerja sama Provinsi Kalimantan Barat, MH Munsin, mengeluhkan komitmen pusat dalam mendukung pendanaan terkait perencanaan kegiatan pembangunan di perbatasan. <p style="text-align: justify;">"Ada dana Rp5 miliar yang tidak jelas kapan bisa dicairkan dari APBN," kata MH Munsin saat dihubungi di Pontianak, Sabtu.<br /><br />Menurut dia, dana tersebut masuk dalam pos anggaran Dana Dekonsentrasi. Namun, lanjut dia, belum ada kepastian kapan dana itu dapat dicairkan guna mendukung kegiatan di instansi yang dipimpinnya.<br /><br />"Di kolom rekening, ada dua tanda bintang. Satu bintang saja artinya anggaran belum jelas, apalagi dua," ucap dia.<br /><br />Ia menambahkan, Badan Pengelola Kawasan Perbatasan dan Kerja sama Kalbar mendapat alokasi dana sekitar Rp5 miliar di APBD.<br /><br />Dana tersebut juga termasuk untuk pembayaran gaji pegawai serta biaya operasional dinas.<br /><br />Sementara, lanjut dia, pihaknya harus berkoordinasi serta kerap mengunjungi daerah perbatasan yang jauh, terpencil serta membutuhkan biaya cukup tinggi.<br /><br />Sedangkan alokasi dana melalui Tugas Pembantuan langsung masuk rekening pemerintah kabupaten. "Ada lima kabupaten di perbatasan Kalbar, dan masing-masing bervariasi ada yang Rp11 miliar, Rp12 miliar, atau Rp5 miliar," papar MH Munsin, menjelaskan.<br /><br />Saat kunjungan Presiden, direncanakan pula agar sekaligus dilakukan peresmian dua Pos Pemeriksaan Lintas Batas yakni Aruk (Kabupaten Sambas) dan Badau (Kabupaten Kapuas Hulu).<br /><br />Namun, MH Munsin tidak setuju karena infrastruktur menuju dua lokasi PPLB tersebut masih belum baik.<br /><br />"Kalau diresmikan, di lokasi saja, jangan di Pontianak, sambil selesaikan infrastrukturnya," katanya, menegaskan.<br /><br />Mengenai rencana investasi Rp2 triliun oleh Kadin untuk wilayah perbatasan, MH Munsin mengatakan, investor butuh kepastian soal regulasi.<br /><br />"Kalau sudah jelas, akan aman bagi mereka berinvestasi," ujar dia. <strong>(phs/Ant)</strong></p>