Kalsel Termasuk Daerah Rawan Bencana

oleh

Kalimantan Selatan yang terdiri 13 kabupaten/kota dan kini berpendudukan sekitar 3,6 juta jiwa, termasuk daerah rawan bencana, untuk itu DPRD setempat membuat Raperda inisiatif penanggulangan bencana, di provinsi tersebut. <p style="text-align: justify;">Raperda inisiatif dewan yang merupakan usul Komisi I bidang hukum dan pemerintahan DPRD Kalsel itu, disampaikan dalam rapat paripurna DPRD setempat, yang dipimpin Wakil Ketuanya H Riswandi, di Banjarmasin, Senin.<br /><br />Penyampaian Raperda inisiatif dalam paripurna dewan tersebut, merupakan awal pembahasan bersama ekeskutif/pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel, setelah selesai pembahasan secara internal lembaga legislatif itu sendiri.<br /><br />Ketika rapat paripurna tersebut, Ketua Komisi I DPRD Kalsel Safaruddin menjelaskan, tujuan Raperda inisiatif penanggulangan bencana itu antara lain, agar penanggulangan bencana di provinsinya ke depan bisa lebih komprehensif.<br /><br />"Kita tak ingin penanggulangan bencana hanya ada setelah terjadinya bencana tersebut dan penanganan yang terkesan setengah-setengah, karena alasan belum adanya payung hukum terkait penanggulangan bencana itu,&quot; tandasnya.<br /><br />Sementara semua warga negara atau penduduk Kalsel mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan dari bencana, bukan cuma penanggulangan pasca terjadinya bencana, lanjutnya melalui juru bicara H Zainal Abidin.<br /><br />DPRD Kalsel berharap, dengan keberadaan Perda penanggulangan bencana itu nantinya Pemprov setempat melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah dapat membuat program perencanaan deteksi dini pencegahan bencana.<br /><br />Selain itu, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bisa sesegera mungkin melakukan tanggap darurat terhadap setiap bencana, sehingga korban dapat pula tertangani dengan cepat, tanpa birokrasi yang rumit, seperti harus koordinasi terlebih dahulu.<br /><br />Dalam Raperda inisiatif dewan itu terungkap bencana yang selama ini sering melanda "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" Kalsel, antara lain berupa banjir, tanah longsor, angin puting beliung serta kebakaran.<br /><br />Kemudian menurut Raperda itu pula, menjadi kewajiban semua penduduk Kalsel untuk selalu waspada terhadap segala kemungkinan bencana dan melaporkan bila terjadi bencana agar bisa penanggulangan sesegeranya.<br /><br />Rapat paripurna tersebut dihadiri Asisten I Setda Kalsel H Isra Ismail mewakili gubernurnya dan wakil ketua dewan lainnya Fathurrahman. <strong>(phs/Ant)</strong></p>