Kalteng Tanggapi Serius Wacana Pemindahan Ibukota Negara

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) teknis di Kalimantan Tengah menanggapi serius wacana pemindahan ibukota negara dari Jakarta ke Palangka Raya. <p style="text-align: justify;">"Kita serius dan dibuktikan dengan akan dilakukannya rapat koordinasi antara pimpinan DPRD dan Bupati/Walikota se-Kalteng, kata Wakil Ketua DPRD Kalteng, Hendry S Dalim di Palangka Raya, Selasa. <br /><br />Rakor tersebut akan dilaksanakan pada hari Rabu di ruang rapat paripurna DPRD Provinsi Kalteng, rapat tersebut merupakan respon dari legislatif terhadap wacana pemindahan Ibukota tersebut. <br /><br />Rakor bertujuan menyamakan visi eksekutif dan legislatif, dimana DPRD Kalteng memprakarsai pertemuan antar unsur pimpinan dewan, bupati dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) teknis se-Kalteng. <br /><br />Rakor sebagai bentuk persiapan Provinsi Kalteng menghadapi wacana pemindahan Ibukota negara Republik Indonesia (RI), dimana hal-hal yang akan dibicarakan terkait kesiapan daerah, untuk berikutnya dibawa DPR RI. <br /><br />Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Kalteng, Y Freddy Ering mengungkapkan, rapat itu guna menyikapi isu pemindahan Ibukota Negara yang sudah berkembang di tingkat nasional. <br /><br />"Pimpinan dewan, tidak hanya mengundang unsur pimpinan dewan kabupaten, bupati dan instansi terkait, tetapi juga mengundang Gubernur Kalteng," ucapnya. <br /><br />Freddy menjelaskan, wacana Kota Palangka Raya dapat menjadi Ibukota Negara telah berkembang menjadi isu yang positif, maka dari itu Dewan berusaha merespon wacana tersebut, sehingga ke depan dapat diperjuangkan dengan catatan, terlebih dulu terdapat persamaan sikap dan persepsi dari seluruh pihak. <br /><br />Sebelumnya, pada Forum Rektor diikuti 41 peserta yang tergabung dalam Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Wilayah Barat diselenggarakan di Palangka Raya pada tanggal 28 hingga 30 November juga membahas wacana pemindahan Ibukota RI ke Palangka Raya, <br /><br />Ketua Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Wilayah Barat yang juga Rektor Syiah Kuala Banda Aceh, Darni M Daud mengatakan, dengan melihat kondisi, letak, dan luas wilayah ditunjang berbagai kelebihan sumberdaya alam yang dimiliki, Palangka Raya, Provinsi Kalteng, merupakan kota masa depan yang tepat alias cocok menjadi Ibukota Pemerintahan RI. <br /><br />"Jadi hal yang wajar Presiden Soekarno ketika pemancangan batu pertama Kota Palangka Raya mengatakan suatu saat Ibukota Negara akan pindah ke Kota ini dan saya yakin ketika Soekarno mengataka itu, dia telah memiliki perhitungan terlebih dahulu," katanya.<strong>(das/ant)</strong></p>