Kebun Raya Kalsel Fokus Tanaman Obat-Obatan

oleh

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kalimantan Selatan Hj Suriatinah menerangkan, rencana pembangunan kebun raya di provinsi tersebut fokus pada tanaman yang berhasiat untuk obat-obatan. <p style="text-align: justify;">Tanaman kebun raya dengan luasan sekitar 125 hektare tersebut tidak hanya asal lokal Kalsel, tapi dari empat provinsi di Kalimantan termasuk dari Serawak dan Sabah, katanya di Banjarmasin, Senin. <br /><br />Selain itu, lanjut mantan Kepala Dinas Perikanan dan Keluatan Kalsel tersebut, tak menutup kemungkinan tamanan kebun raya yang bakal dibangun di kawasan pusat perkantoran pemerintah provinsi (Pemprov) setempat, juga didatangkan dari manca negara.<br /><br />Mantan calon Bupati Kotabaru Kalsel pada pemilihan kepala daerah 2005 itu, mengatakan, sebagai tindak lanjut rencana pembangunan kebun raya tersebut, gubernur setempat H Rudy Ariffin akan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan LIPI.<br /><br />"Penandatanganan MoU (nota kesepahaman) dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tersebut direncanakan 23 Maret 2011," lanjutnya usai rapat kerja dengan Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalsel yang juga membidangi lingkungan hidup.<br /><br />Ia berharap, dengan terbangunnya kebun raya di "kota idaman" Banjarbaru (sekitar 35 kilometer utara Banjarmasin) itu, dapat mendatangkan nilai tambah bagi daerah dan masyarakat Kalsel.<br /><br />"Karena kebun raya itu nanti, bukan cuma untuk tempat rekreasi, tapi bisa menjadi wahana studi seperti penelitian serta sebagai centra atau kantong bahan obat-obatan yang belakangan cenderung pada hasiat alami atau herbal," tandasnya.<br /><br />Guna percepatan dan keberhasilan pembangunan kebun daya yang bakak menjadi monomental serta aset daerah Kalsel itu, dengan didampingi staf, Kepala Balitbangda tersebut mengimbau perusahaan-perusahaan besar di provinsinya turut berpartisipasi.<br /><br />"Partisipasi dimaksud mungkin bisa melalui pemanfaatan/pemberian dana yang disisihkan dari keuntungan perusahaan, seperti berupa Community Development (CD) atau Corporate Social Responsibility (CSR)," demikian Suriatinah. <strong>(phs/Ant)</strong></p>