Kebutuhan Bidan Di Banjarbaru Mencukupi

oleh

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan Nurleny Saleh, mengatakan, butuhan tenaga bidan di kota itu sudah mencukupi. <p style="text-align: justify;">"Kebutuhan tenaga bidan untuk membantu persalinan sudah mencukupi dan mampu melayani proses persalinan kaum ibu yang memerlukan bantuan bidan," ujarnya di Banjarbaru, Kamis (09/12/2010).<br /><br />Ia mengatakan, jumlah tenaga bidan yang tersebar di lima kecamatan sebanyak 113 orang terdiri dari 20 bidan wilayah yang ditugaskan oleh Pemprov Kalsel dan 93 bidan ditugaskan Pemkot Banjarbaru.<br /><br />"Seluruh tenaga bidan itu ditempatkan pada delapan Puskesmas yang tersebar di Banjarbaru tetapi ada juga yang bertugas di RSUD Banjarbaru untuk membantu persalinan di rumah sakit itu," ungkapnya.<br /><br />Dikatakan, banyaknya jumlah bidan yang bertugas di seluruh wilayah Kota Banjarbaru itu sudah melebihi rasio pelayanan bidan secara nasional yang ditetapkan satu bidan melayani satu desa.<br /><br />"Mengingat Kota Banjarbaru tidak memiliki desa tetapi hanya kelurahan dan kecamatan sehingga luas cakupan pelayanan bidan diarahkan ke tingkat rukun warga agar pelayanan lebih dirasakan masyarakat," ujarnya.<br /><br />Lebih lanjut, ia mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan di bidang persalinan yang diberikan bidan kepada para ibu yang hendak melahirkan.<br /><br />Caranya dengan mengikutsertakan para bidan menjalani pendidikan dan pelatihan termasuk magang di RSUD Ulin Banjarmasin untuk memberikan bekal agar bidan semakin handal dan profesional.<br /><br />"Kami sudah menjalin kerja sama dengan RSUD Ulin untuk menempatkan bidan menjalani proses magang sehingga <br />kemampuan mereka bisa terasah semakin baik dan mampu menjadi tenaga kebidanan yang profesional," kata dia.<br /><br />Ditambahkan, pendidikan dan latihan hingga magang itu juga menjadi salah satu persyaratan bagi seorang bidan untuk membuka praktek atau melakukan tindakan pertolongan persalinan.<br /><br />"Setelah menjalani magang dan dinyatakan lulus maka para bidan menerima ijazah Asuhan Persalinan Normal yang menjadi syarat untuk dapat melakukan praktik tindakan pertolongan persalinan," katanya.<strong> (phs/Ant)</strong></p>