Home / Tak Berkategori

Kejaksaan Ekpos Kasus Korupsi Bukopin

- Jurnalis

Kamis, 2 Desember 2010 - 00:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejaksaan Agung menyatakan akan melakukan ekspos atau gelar perkara ulang kasus dugaan korupsi Bank Bukopin dalam pengadaan alat pengering gabah atau drying center untuk segera diajukan ke pengadilan. <p style="text-align: justify;">Direktur Penyidikan (Dirdik) pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) M Jasman Pandjaitan di Jakarta, Rabu (01/12/2010), menyatakan, pihaknya akan melakukan gelar perkara.<br /><br />"Lebih baik, anda tunggu saja (hasil gelar perkara kasus Bukopin)," katanya.<br /><br />Sebelumnya, Kejaksaan Agung menyatakan, dari hasil gelar perkara sementara dugaan korupsi pengadaan alat pengering gabah Bank Bukopin, pihaknya tetap menemukan adanya unsur tindak pidana.<br /><br />"Kasus Bank Bukopin, berdasarkan gelar perkara sementara, diketahui ada unsur pidananya," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), M Amari.<br /><br />Penyidikan kasus Bank Bukopin itu terkatung-katung selama dua tahun setelah pada Agustus 2008 menetapkan 11 tersangka.<br /><br />Para tersangka itu dari Bank Bukopin sebanyak 10 orang, yakni ZK dkk, dan satu orang Kuasa Direktur PT Agung Pratama Lestari (APL), GN.<br /><br />Penyidik Kejagung juga pernah memeriksa mantan Direktur Utama (Dirut) Bank Bukopin Sofyan Basir, yang saat ini menjabat sebagai Dirut Bank Rakyat Indonesia (BRI).<br /><br />Kasus itu bermula pada 2004 ketika Direksi PT Bank Bukopin memberikan fasilitas kredit kepada PT APL sebesar Rp62,8 miliar.<br /><br />Kredit itu untuk membiayai pembangunan alat pengering gabah pada Divre Bulog Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, NTB, dan Sulawesi Selatan (Sulsel) sebanyak 45 unit.<br /><br />Namun fasilitas yang diterima tersangka GN (PT APL) ternyata dipergunakan tidak sesuai peruntukannya. Seharusnya yang dibeli merk Global Gea (buatan Taiwan) namun dalam kenyataannya mesin yang dibeli merk Sincui, yang ditempeli merk Global Gea.<strong> (phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Sebastian Jaba: Pendidikan di Sintang Harus Bentuk Manusia Cerdas dan Berkarakter
Anggota DPRD Sintang Kusnadi Ajak Masyarakat Aktif Sampaikan Aspirasi Demi Pembangunan Daerah
Perbaikan Jalan Badayan–Nanga Libau Dikebut, Akses Warga Sepauk Diharapkan Membaik
Kusnadi Minta Pemprov dan Pemkab Sinkronkan Program demi Pemerataan Pembangunan Desa
Pansus LKPj DPRD Kaltara Konsultasi ke Kemendagri, Perkuat Pengawasan Kinerja Gubernur
Anggota DPRD Sintang Nikodemus Tekankan Pentingnya Strategi Pemerintah untuk Kemajuan dan Kesejahteraan Masyarakat
Sebastian Jaba: Guru Harus Kreatif dan Inovatif Hadapi Tantangan Pendidikan Berkualitas Menuju Generasi Emas 2045
Polsek Tanjung Redeb Bersama Warga Gotong Royong Perbaiki Jembatan Merah Putih Sei Tarum

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 22:58 WIB

Sebastian Jaba: Pendidikan di Sintang Harus Bentuk Manusia Cerdas dan Berkarakter

Jumat, 10 April 2026 - 21:46 WIB

Anggota DPRD Sintang Kusnadi Ajak Masyarakat Aktif Sampaikan Aspirasi Demi Pembangunan Daerah

Jumat, 10 April 2026 - 21:38 WIB

Perbaikan Jalan Badayan–Nanga Libau Dikebut, Akses Warga Sepauk Diharapkan Membaik

Jumat, 10 April 2026 - 20:52 WIB

Kusnadi Minta Pemprov dan Pemkab Sinkronkan Program demi Pemerataan Pembangunan Desa

Jumat, 10 April 2026 - 20:06 WIB

Pansus LKPj DPRD Kaltara Konsultasi ke Kemendagri, Perkuat Pengawasan Kinerja Gubernur

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat