Kementerian Pertanian Canangkan Gerakan Massal Tanam Cabai

oleh

Kementerian Pertanian mencanangkan gerakan massal menanam cabai yang akan dimotori oleh tim penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga serta Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu. <p style="text-align: justify;">Menteri Pertanian Suswono sebelum mengikuti rapat kabinet paripurna di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (06/01/2011), mengatakan dalam waktu dekat Kementerian Pertanian akan membagikan benih gratis untuk gerakan massal menanam cabai tersebut. <br /><br />"Pada 2011 segera kami lakukan. Yang jelas lebih awal dilakukan, lebih baik," ujarnya, <br /><br />Saat ini, menurut Suswono, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian sedang menyusun langkah-langkah yang akan dilakukan untuk gerakan awal yang melibatkan seratus ribu kepala keluarga. <br /><br />Untuk langkah awal, lanjut dia, gerakan massal menanam cabai akan dilakukan di beberapa daerah di antaranya Lampung, Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. <br /><br />Gerakan menanam itu pada dasarnya memanfaatkan lahan-lahan pekarangan sempit di perumahan karena cabai adalah jenis tanaman yang mudah tumbuh baik langsung di tanah maupun menggunakan pot. <br /><br />"Kami juga akan melakukan langkah antisipasi, tanaman ini kan baru tiga bulan kemudian menghasilkan. Ketika sudah menghasilkan sebetulnya dalam satu sampai dua tahun bisa panen terus. Oleh karena itu nanti kira-kira tiga bulan sebelum Lebaran misalnya, gerakan ini akan lebih diintensifkan lagi," tuturnya. <br /><br />Mentan mengatakan kementeriannya sudah menyiapkan anggaran untuk pembagian bibit gratis dalam gerakan massal menanam cabai. <br /><br />"Memang nanti kalau toh tidak mencukupi kami bisa men"switch" anggaran mana yang kira-kira lebih prioritas," ujarnya. <br /><br />Suswono mengatakan melonjaknya harga cabai saat ini murni disebabkan oleh faktor cuaca karena pada 2010 memang hanya ada satu musim, yaitu musim hujan, sedangkan cabai baru bisa tumbuh baik dalam keadaan kering atau sedikit air. <br /><br />Pada 2010, menurut Mentan, produksi cabai di Indonesia turun hingga 30 persen. Karena itu Kementerian Pertanian akan terus menggenjot produksi cabai untuk menurunkan harga. <br /><br />Sebenarnya, lanjut dia, harga cabai bisa menurun apabila masyarakat menahan diri tidak mengonsumsi cabai selama dua atau tiga hari karena cabai adalah produk yang tidak tahan lama untuk disimpan. <br /><br />"Sebetulnya cabai bukan makanan pokok. Ini mudah rusak, artinya kalau saja konsumen kurangi saja sedikit, mengerem, katakanlah tidak makan cabai dua atau tiga hari, langsung harganya jatuh karena tidak mungkin disimpan lama," jelasnya. <br /><br />Mentan berharap pada Januari 2011 harga cabai akan menurun karena ia telah mendapatkan informasi bahwa pada Januari di beberapa daerah akan panen. <br /><br />"Sebenarnya Januari ini akan ada banyak panen di beberapa tempat sehingga mudah-mudahan pasokan semakin banyak. Dengan pasokan yang semakin banyak ini Insya Allah harga akan pulih kembali," katanya. <br /><br />Sementara itu, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan saat ini tidak banyak yang bisa dilakukan terkait harga cabai yang melambung kecuali memikirkan antisipasi di masa depan dalam bidang pertanian agar tanaman cabai tidak membusuk apabila curah hujan sangat tinggi. <br /><br />"Kami dari perdagangan menjaga agar distribusi tidak ada gangguan. Jadi penyesuaian akan terjadi sementara harga tinggi. Tentu ini adalah sesuatu yang akan kami coba perbaiki dari segi produksinya maupun menjamin distribusi tidak ada gangguan," ujarnya. <br /><br />Mendag memperkirakan penyesuaian harga cabai akan terjadi dalam waktu dua atau tiga bulan lagi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>