Kementrian Agama Kaji Program Rintisan Madrasah Gratis

oleh

Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan Kementerian Agama sedang mengkaji untuk membuat program rintisan madrasah gratis (Primatis). <p style="text-align: justify;">Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan Kementerian Agama sedang mengkaji untuk membuat program rintisan madrasah gratis (Primatis). <br /><br />"Itu untuk perluasan akses masyarakat pada pendidikan agar tidak ada lagi hambatan bagi masyarakat yang ingin masuk ke madrasah," kata menteri usai memberikan arahan kepada pegawai di lingkungan Kementerian Agama Kalimantan Barat, di Pontianak, Jumat. <br /><br />Menurut dia, pihaknya sudah mulai memikirkan hal tersebut. Namun, dari sisi pendanaan pihaknya saat ini sedang melakukan efisiensi dan efektivitas anggaran. <br /><br />"Sehingga program itu memungkinkan untuk dapat diwujudkan. Hanya saja pada saat ini yang sedang dipertimbangkan secara khusus adalah teknis penyalurannya," katanya. <br /><br />Hal itu, kata dia, karena biaya penyelenggaraan pendidikan dari masing-masing bantuan pendidikan tersebut berbeda-beda. <br /><br />"Hal itulah yang kami khawatirkan dapat menimbulkan masalah dalam penyelenggaraan pendidikannya," katanya. <br /><br />Ia mengharapkan program tersebut dapat direalisasikan pada tahun ajaran baru 2011. "Namun, kajiannya hingga bulan ini belum selesai," kata Suryadharma Ali. <br /><br />Tidak hanya itu, kata dia, Primatis tersebut pertama akan diterapkan untuk tingkat Madrasah Aliyah (MA). Kemudian, secara bertahap akan diterapkan ke Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan dilanjutkan ke Madrasah Ibtidaiyah (MI). <br /><br />Rencana Primatis itu sendiri, menurut dia didasarkan pada besarnya animo masyarakat untuk mengenyam pendidikan di sekolah madrasah. <br /><br />"Namun, kenyataannya sekarang ini tingkat putus sekolah anak madrasah lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat putus sekolah anak di sekolah dasar," kata menteri. <br /><br />Ia menambahkan, melihat kondisi itu maka harus dilakukan penekanan di madrasah-madrasah mengingat angka partisipasi masyarakat jauh lebih besar dari sekolah lain. <br /><br />"Untuk itulah besarnya animo masyarakat harus ada intervensi khusus untuk kondisi itu, agar masyarakat secara lebih luas dapat menikmati pendidikan dengan lebih baik lagi," katanya. <br /><br />Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Arif Jhoni Prasetyo menilai perlu dilakukan kajian terhadap Primatis guna mendalami efektivitas dan berbagai kemungkinan terkait realisasi gagasan itu.<br /><br />Untuk itu, kata dia, kajian harus dilakukan secara mendalam, komprehensif, dan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian. Pengkajian meliputi sejumlah hal, antara lain definisi madrasah gratis, mekanisme dan sistem pelaksanaannya, serta kemampuan anggaran. <br /><br />"Dalam hal ini Kementerian Agama harus bisa memberi kepastian kapan gagasan madrasah gratis ini bisa direalisasikan," ungkap Arif Jhoni. <br /><br />Ia mengatakan sosialisasi detil program itu harus disampaikan kepada masyarakat. "Kalau programnya bagus pasti masyarakat akan mendukung. Tapi kalau hanya wacana dan terjadi distorsi antara yang dipahami publik dengan realitas di lapangan, akan menimbulkan masalah di kemudian hari," katanya. (Eka/Ant)</p>