Kenaikan Kuota Bbm Diprediksi Belum Mencukupi

oleh

Asisten Eksternal Relation Pertamina Region VI Kalimantan Bambang Irianto memprediksi, meski pun kuota premium dan solar tahun 2011 naik dibanding 2010, tetapi belum mampu mencukupi kebutuhan bahan bakar di Kalimantan Barat. <p style="text-align: justify;">"Meski pun kuota BBM naik, tetapi masih kalah cepat oleh laju pertumbuhan kendaraan roda dua dan empat," kata Bambang Irianto dalam keterangan pers di Pontianak, Rabu.<br /><br />Sehingga kemungkinan untuk membeli BBM di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk berjejer bisa saja terjadi, katanya.<br /><br />Ia menjelaskan, tidak terpenuhinya kuota permintaan BBM karena meski pun dilakukan penambahan kuota oleh pemerintah tetapi masih tidak bisa mengimbangi pertumbuhan kendaraan.<br /><br />Bambang berharap semua masyarakat pemilik kendaraan bermotor untuk berhemat menggunakan BBM agar bisa mengurangi beban subsidi BBM.<br /><br />Sementara itu, Sales Area Manager Pertamina Kalimantan Barat Ibnu Chouldum menyatakan, kuota BBM bersubsidi jenis premium di Provinsi Kalbar tahun 2010 sekitar 385 ribu kilo liter/tahun atau naik sebesar lima persen di tahun 2011 menjadi sekitar 404 ribu kilo liter/tahun.<br /><br />Sementara untuk kuota BBM jenis solar bersubsidi tahun 2010 sekitar 218 ribu kilo liter/tahun atau naik 9 persen di tahun 2011 menjadi 247 ribu kilo liter/tahun. <br /><br />"Meski pun sudah ditambah realisasinya permintaan rata-rata naik di atas kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah," katanya.<br /><br />Sebelumnya, Gubernur Kalbar menyatakan, BBM di Kalbar sebenarnya cukup sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan panik.<br /><br />Ia mengatakan, terganggunya suplai BBM ke daerah-daerah dipicu oleh dampak dari perang saudara di Libya sehingga mempengaruhi pasokan minyak dunia.<br /><br />"Yang perlu dilakukan saat ini upaya menghemat penggunaan BBM. Saya imbau masyarakat untuk menghemat penggunaan BBM. Kalau mau berjalan menggunakan kendaraan saat perlu saja," ujarnya.<br /><br />Gubernur Kalbar menyarankan, kendaraan roda empat plat hitam tidak lagi diberikan subsidi BBM kecuali untuk kendaraan roda empat yang menggunakan plat kuning.<br /><br />"Kalau saya jadi presiden, kendaraan plat hitam tidak boleh membeli BBM bersubsidi dan hanya kendaraan plat kuning," kata Cornelis<strong>. (phs/Ant)</strong></p>