SINTANG, KN – Pekan Gawai Dayak (PGD) Kabupaten Sintang ke-XII tahun 2025 telah dijadwalkan akan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 16 hingga 19 Juli 2025. Perhelatan budaya akbar ini akan dipusatkan di kawasan Rumah Betang Tampun Juah, Jerora Satu, Sintang.
Toni, anggota DPRD Sintang periode 2024–2029 yang ditunjuk sebagai Ketua Panitia PGD ke-XII, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan serangkaian kegiatan budaya dan perlombaan untuk memeriahkan acara yang menjadi agenda tahunan masyarakat Dayak ini.
“Selama empat hari pelaksanaan, kami menyiapkan lima kegiatan utama, yaitu display budaya, seminar, ritual adat, misa atau ibadat bersama, serta pameran bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kami juga akan menggelar 11 jenis perlombaan yang merupakan bagian dari tradisi Pekan Gawai Dayak,” ujar Toni, Kamis (12/6).
Ia merinci, sebelas jenis perlombaan tersebut mencakup: lomba lagu daerah, kuliner khas Dayak, tari Dayak, melukis perisai, menyumpit, sastra lisan, menumbuk dan menampik padi, pangkak gasing, pencak silat, busana Dayak anak, serta pemilihan Bujang dan Dara Gawai.
Toni mengimbau Dewan Adat Dayak (DAD) di 14 kecamatan serta seluruh sanggar seni untuk mulai mempersiapkan diri mengikuti perlombaan yang akan dilaksanakan. Ia juga mengajak pelaku UMKM untuk meramaikan pameran dengan menyewa stand yang telah disediakan panitia.
“Kami membuka kesempatan bagi seluruh pelaku UMKM untuk ikut serta memasarkan produk mereka. Ini momen yang baik untuk meningkatkan promosi dan penjualan,” jelasnya.
Kepada masyarakat Kabupaten Sintang dan sekitarnya, Toni mengundang untuk hadir dan meramaikan PGD ke-XII tahun ini.
“Silakan datang dan saksikan berbagai perlombaan serta pertunjukan budaya. Bagi yang hanya ingin berkunjung dan menikmati suasana gawai, kami juga sangat terbuka. Yang penting, mari jaga keamanan dan kenyamanan bersama. Parkirkan kendaraan dengan tertib, ikuti arahan petugas,” katanya.
Toni berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan aman, serta mampu memberikan dampak positif bagi pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Harapan kami, empat hari kegiatan ini bisa berlangsung dengan aman, tertib, ramai pengunjung, dan pelaku UMKM pun mendapat keuntungan. Mari kita sukseskan bersama PGD Sintang 2025,” pungkasnya.











