SINTANG, KN – Keuskupan Sintang akan menggelar Jambore Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (SEKAMI) pada 1–4 Juli 2025. Kegiatan berskala besar ini akan dipusatkan di Kompleks Persekolahan Panca Setya 2 Sintang, dan diikuti sekitar 1.200 anak dari wilayah Keuskupan Sintang, meliputi Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, dan Melawi.
Ketua Panitia Jambore, Welbertus, menjelaskan bahwa persiapan kegiatan telah berjalan dan seluruh paroki peserta telah mengonfirmasi keikutsertaan anak-anak yang tergabung dalam SEKAMI.
“Anak-anak yang akan berkumpul di Sintang berjumlah sekitar 1.200 orang. Karena pesertanya adalah anak-anak, persiapan harus dilakukan dengan sangat detail dan tertib,” ujar Welbertus, Rabu (29/5).
Salah satu kegiatan utama dalam Jambore ini adalah kunjungan edukatif ke sepuluh lokasi penting di Sintang. Para peserta akan dibagi ke dalam 10 kelompok dan masing-masing akan mengunjungi satu dari sepuluh titik yang telah disiapkan.
“Salah satu tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mengenalkan anak-anak pada berbagai lokasi bersejarah, religius, dan institusi penting yang ada di Sintang, termasuk Keraton Sintang dan Masjid Jami’. Kami ingin membekali peserta dengan wawasan sejarah, budaya, dan toleransi antarumat beragama,” tambahnya.
Selain Keraton dan Masjid Jami’, peserta juga akan mengunjungi Batalyon 642/Kapuas, Polres Sintang, Wihara Dharma Amerta, Pasar dan Terminal Sungai Durian, GKII Imanuel Sintang, Koperasi Tenun Mandiri Kobus, Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Hisbah Al Fatih, dan CU Keling Kumang.
Welbertus menegaskan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi dengan pengelola di masing-masing lokasi agar kegiatan kunjungan berjalan aman dan edukatif.
“Kami berharap anak-anak bisa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru dari lokasi-lokasi tersebut.”
Sebagai penutup, Welbertus juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kecamatan Sintang apabila nantinya terjadi peningkatan aktivitas atau potensi kemacetan lalu lintas selama kegiatan berlangsung.
“Kami mohon pengertian dan kerja sama dari masyarakat. Jika nantinya terjadi keramaian atau gangguan lalu lintas, kami mohon maaf sebelumnya,” pungkasnya. (SS)












