Home / Tak Berkategori

KKP Inginkan "Tax Holiday" Bagi Investor Pulau

- Jurnalis

Selasa, 5 April 2011 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menginginkan insentif pajak berupa "tax holiday" bagi para investor yang akan menanamkan dananya untuk pemberdayaan pulau-pulau kecil dan memberdayakan masyarakat di pulau tersebut. <p style="text-align: justify;">Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menginginkan insentif pajak berupa "tax holiday" bagi para investor yang akan menanamkan dananya untuk pemberdayaan pulau-pulau kecil dan memberdayakan masyarakat di pulau tersebut.<br /><br />"Kami telah berbicara dengan pihak Kementerian Keuangan apakah dimungkinkan untuk ‘tax holliday’ bagi investor pulau kecil," kata Direktur Pendayagunaan Pulau-pulau Kecil KKP, Toni Ruchimat, di Jakarta, Selasa.<br /><br />Menurut dia, beragam insentif sangat dibutuhkan para investor karena mereka dinilai membutuhkan beban biaya yang besar dan waktu yang lama untuk menanamkan investasinya.<br /><br />Ia mencontohkan, terdapat investor di Pulau Raja Ampat yang membutuhkan waktu hingga sekitar 4 tahun untuk berinvestasi di sana di mana 2 tahun diantaranya digunakan hanya untuk melakukan survei.<br /><br />Sementara itu, Dirjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) KKP Sudirman Saad mengutarakan harapannya agar para investor juga bisa memperbaiki beragam infrastruktur yang terdapat di berbagai pulau kecil tersebut.<br /><br />"Kami harapkan investor akan ‘total footbal’ dalam berinvestasi seperti halnya di Maladewa," kata Sudirman.<br /><br />Ia memaparkan, di Maladewa pihak pemerintah sama sekali tidak mengeluarkan biaya untuk membangun infrastruktur di pulau yang diinvestasikan karena hal tersebut telah dilakukan oleh para investor.<br /><br />Sedangkan terkait dengan insentif bagi investor, Dirjen KP3K mengemukakan, pihak Kementerian Koordinator Perekonomian telah menawarkan 11 model skim untuk menarik investor.<br /><br />Berbagai skim tersebut antara lain adalah berbentuk kawasan ekonomi khusus (KEK), kawasan berikat, atau "free trade zone" (zona perdagangan bebas).(Eka/Ant)</p>

Berita Terkait

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen
Realisasi APBD 2025 Kecil, Bupati Sintang Minta OPD Sering Rapat Evaluasi
UMKM Desa Kalbar Tampil di Hari Desa Nasional 2026, Kerupuk hingga Dodol Durian Paling Diminati
Awal Tahun 2026 Bertemu Kepala OPD, Bupati Sintang Berikan Arahan

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:12 WIB

Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:15 WIB

Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:12 WIB

Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen

Berita Terbaru