Home / Tak Berkategori

KLH Awasi Penggunaan Dana Dekonsentrasi Pengelolaan Lingkungan

- Jurnalis

Rabu, 6 April 2011 - 04:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akan mengawasi secara ketat penggunaan dana dekonsentrasi terhadap program perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sehingga meminimalkan potensi terjadinya disclaimer atau tidak adanya opini terhadap laporan keuangan. <p style="text-align: justify;">Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akan mengawasi secara ketat penggunaan dana dekonsentrasi terhadap program perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sehingga meminimalkan potensi terjadinya disclaimer atau tidak adanya opini terhadap laporan keuangan.<br /><br />"Setiap pengeluaran seperti Dana Dekonsentrasi dan tugas pembantuan harus dipertanggungjawabkan, sehingga potensi terjadinya disclamer harus diminimalkan," kata Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta saat menutup acara Rapat Kordinasi Nasioal (Rakornas) Perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup di Jakarta, Rabu.<br /><br />Lebih lanjut Gusti mengatakan, agar tidak terjadi disclaimer maka Pusat Pengelolaan Ekoregion akan ditugaskan untuk mengklasifikasi profil kapasitas daerah dan merancang bentuk kemitraan yang paling tepat.<br /><br />Dia menambahkan, besaran Dana Dekonstrasi itu sendiri untuk setiap daerah tidak sama. Besarannya sangat tergantung dengan prestasi dan tingkat keberhasilan program-program yang dibuat dan dijalankan daerah.<br /><br />"Dengan demikian, tidak semua usulan yang disampaikan dalam acara ini (Rakornas) diterima dalam kondisi apa adanya. Melainkan disesuaikan kembali dengan kriteria-kriteria yang akan ditetapkan lebih lanjut dan diinformasikan secara jelas dan transparan," katanya.<br /><br />Pembangunan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) merupakan salah satu pilar strategis pembangunan yang dijalankan Kementrian Lingkungan Hidup karena itu, sistem penyelenggaraan kegiatan dan pengganggaran murni berbasis kinerja.<br /><br />Dilanjutkan Gusti, hasil pertemuan atau Rakornas yang menjaring aspirasi daerah yang ditampung dalam lima wilayah ekoregion diharapkan dapat tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan daerah yang sangat beragam serta dapat memiliki wilayah garapan sendiri.<br /><br />Karena itu, dalam rakornas ini, usulan rencana kegiatan dan program 2012 merupakan rangkuman berbagai sinergi antara pusat dan daerah melalui proses bottom up planning dengan kebijakan-kebijakan lingkungan yang bersifat top down. (Eka/Ant)</p>

Berita Terkait

Bupati Sintang Terima CSR Rehab Jembatan Sebungkang Dedai Dari Investasi Perkebunan
Bupati Bala Ajak Dinkes, RSUD dan Puskesmas Berinovasi dan Berikan Layanan Terbaik Untuk Masyarakat
Akselerasi Pelayanan Publik, DKISP Gelar Workshop Pengembangan Dashboard Eksekutif
Kabag OPS Polres Sekadau Kunker Ke PT. KBP Belitang Hulu
Sekprov Kaltara Safari Perangkat Daerah, Pastikan Pelayanan Publik Makin Optimal
Training ESQ Leadership Hari Kedua, Pemkab Barito Utara Perkuat 7 Budi Utama dan Tata Kelola Akuntabel
Api Menjilat Jalan Provinsi, Asap Karhutla Lumpuhkan Arus Nanga Pinoh–Kota Baru
Persekutuan Guru Kristen PAUD, PNF dan IKBM Malinau Menggelar Perayaan Natal Bersama 

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:23 WIB

Bupati Sintang Terima CSR Rehab Jembatan Sebungkang Dedai Dari Investasi Perkebunan

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:17 WIB

Bupati Bala Ajak Dinkes, RSUD dan Puskesmas Berinovasi dan Berikan Layanan Terbaik Untuk Masyarakat

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:40 WIB

Akselerasi Pelayanan Publik, DKISP Gelar Workshop Pengembangan Dashboard Eksekutif

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:28 WIB

Kabag OPS Polres Sekadau Kunker Ke PT. KBP Belitang Hulu

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:33 WIB

Sekprov Kaltara Safari Perangkat Daerah, Pastikan Pelayanan Publik Makin Optimal

Berita Terbaru

Sekadau

Kabag OPS Polres Sekadau Kunker Ke PT. KBP Belitang Hulu

Rabu, 21 Jan 2026 - 17:28 WIB