Home / Tak Berkategori

KOJHI : Pemerintah Harus Selektif Berikan Izin Tambang

- Jurnalis

Jumat, 22 April 2011 - 23:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komunitas Jurnalis Pena Hijau atau Kojhi meminta pemerintah daerah selektif dalam mengeluarkan izin tambang atau eksploitasi sumber daya alam lainnya. <p style="text-align: justify;">Hal tersebut disampaikan Ketua Kojhi Kalsel Deny Susanto di Banjarmasin, Sabtu untuk memperingati Hari Bumi yang puncak peringatannya dilakukan Jumat (22/4).<br /><br />"Aktivitas pertambangan dan pengerukan sumber daya alam di Kalsel terbukti telah menjadi penyumbang terbesar kerusakan alam dan lingkungan di Kalsel, ini harus dihentikan," katanya.<br /><br />Selain itu, Deny juga berharap semua pihak meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan terutama untuk lingkungan sekitar masing-masing.<br /><br />Menurut dia, upaya penghijauan pemerintah belum sebanding dengan luasan wilayah kerusakan lingkungan yang terjadi. Begitu juga dengan tutupan lahan terhadap areal yang menjadi lokasi penambangan, tidak memperlihatkan komposisi yang ideal.<br /><br />"Semua komponen kita harapkan meningkatkan kepedulian dan lebih giat menekan jumlah kerusakan lingkungan yang terjadi," katanya.<br /><br />Beberapa contoh kerusakan lingkungan antara lain, kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito yang sesuai penelitian, terbukti adanya pencemaran air dari berbagai kandungan zat berbahaya.<br /><br />Tingkat sendimentasi sungai juga cukup tinggi, banjir sering terjadi dimana-mana dengan intensitas yang jauh lebih sering dari tahun ke tahun dan pada saat musim kemarau kekeringan terjadi di beberapa daerah.<br /><br />"Khusus bagi pemerintah daerah, diharapkan lebih selektif memberikan izin pertambangan atau kegiatan eksploitasi sumber daya alam lainnya, karena dampaknya akan dirasakan langsung masyarakat dalam kurun waktu yang lama," katanya.<br /><br />Menurut dia, upaya pemerintah untuk melakukan penanaman pohon merupakan upaya yang harus didukung secara berkelanjutan sehingga program tersebut tidak hanya menjadi seremonial .<br /><br />"Penanaman pohon tanpa mengindahkan perawatan, jelas tidak akan menghasilkan sesuatu yang maksimal dengan demikian perlu keterlibatan seluruh pihak bukan hanya untuk sekedar penanaman tetapi program pemeliharaan dan pemantauan yang berkelanjutan sehingga pohon yang ditanam tidak mati sia-sia," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H
Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025
Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen
Realisasi APBD 2025 Kecil, Bupati Sintang Minta OPD Sering Rapat Evaluasi

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:57 WIB

Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:57 WIB

Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:12 WIB

Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas

Berita Terbaru

Kepala Desa Paal, H. Sukarman saat menerima Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. (Dedi Irawan)

Berita

Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025

Kamis, 15 Jan 2026 - 19:57 WIB