Komisi Yudisial Dukung MA Terapkan Keadilan Restoratif

oleh

Wakil Ketua Komisi Yudisial, Imam Anshori Saleh mengatakan, institusinya mendukung keinginan Mahkamah Agung dan Menkumham untuk menerapkan keadilan restoratif (restorative justice). <p style="text-align: justify;"><span style="font-family: times new roman,times;"><span style="font-size: 8pt;">Wakil Ketua Komisi Yudisial, Imam Anshori Saleh mengatakan, institusinya mendukung keinginan Mahkamah Agung dan Menkumham untuk menerapkan keadilan restoratif (restorative justice).<br /> <br /> "Keadilan retoratif akan lebih memberikan rasa keadilan, karena hukum tidak dilaksanakan secara kaku demi kepastian hukum," ujarnya di Jakarta, Senin. <br /> <br /> Dalam hal ini, lanjutnya, hukum selain memberikan kepastian, hendaknya juga memberikan rasa keadilan dan kemanfaatan kepada masyarakat.<br /> <br /> "Sebab, penerapan hukum secara kaku, sering melukai rasa keadilan masyarakat," ujarnya. (Eka/Ant<br /> <br /> Karena itulah, menurutnya, melaksanakan restorasi keadilan merupakan pilihan bijaksana.<br /> <br /> Tujuan Menyimpang<br /> Namun Imam Anshori Saleh mengingatkan, agar para Hakim jangan menyalahgunakan keadilan restotatif untuk tujuan yang menyimpang.<br /> <br /> "Misalnya, ada motif memperoleh imbalan dari terdakwa atau keluarganya," kata mantan Anggota Komisi III DPR RI ini.<br /> <br /> Jadi, harus murni demi keadilan dan kemaslahatan masyarakat.<br /> <br /> Lebih lanjut, ia mengatakan, Komisi Yudisial (KY) akan memantau pelaksanaan apa yang disebut keadilan restoratif tersebut.<br /> <br /> "Ini penting, agar tidak menyimpang dari substansi dilaksanakannya kebijakan itu. Jadi, harus benar-benar selektif dan dilaksanakan secara tepat sesuai asas-asas hukum itu sendiri," Imam Anshori Saleh yang juga mantan jurnalis ini</span></span></p>