Kota Banjarmasin Kekurangan Tenaga Kesehatan

oleh

Kota Banjarmasin di Provinsi Kalimantan Selatan dengan penduduk 600 jiwa lebih saat ini masih kekurangan tenaga kesehatan. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin drg Hj Diah R Praswati, Kamis (10/03/2011) menyebutkan masih dibutuhkan tambahan tenaga kesehatan yaitu 31 orang dokter, 22 orang dokter gigi, 190 orang bidan, 26 orang apoteker, dan 24 orang perawat. <br /><br />Sementara ini jumlah tenaga kesehatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin sebanyak 945 orang dan jumlah tersebut di luar dari yang ada di berbagai rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta. <br /><br />Dari jumlah tenaga kesehatan tersebut, dokter 87 orang, dokter gigi 31, perawat 187, bidan 160, bidang gizi 62, apoteker 17, Assisten Apoteker 58 orang dan data itu termasuk calon pegawai negweri sipil (cpns) seleksi penerimaan tahun 2010. <br /><br />Namun demikian untuk meningkatkan pengetahun dan ketrampilan tenaga kesehatan hingga saat ini disetujui sebanyak 15 orang petugas kesehatan untuk melaksanakan tugas belajar dan 13 orang dokter spesialis. <br /><br />"Oleh sebab itu, diharapkan kepada tenaga kesehatan yang ada di ibukota Kalsel tidak mengajukan pindah tugas karena di Kota Banjarmasin masih kekurangan tenaga kesehatan," katanya. <br /><br />Kadinkes Banjarmasin juga menjelaskan, tenaga medis yang mengusulkan untuk pindah tugas keluar daerah dan bertugas di bawah lima tahun masa kerja bisa dikenakan denda Rp 25 juta. <br /><br />Pada kesempatan terpisah Wali Kota Banjarmasin H Muhidin menyatakan, pihaknya akan membatasi atau memperketat permohonan izin pindah para pegawai negeri sipil (PNS), khusus di bidang tenaga medis. <br /><br />Maksud dari tenaga medis tersebut yaitu dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, maupun perawat serta bidan yang masih dibutuhkan memberikan pelayanan kesehatan, ujar orang nomor satu di jajaran Pemko Banjarmasin itu. <br /><br />Larangan pembatasan itu dilakukan sehubungan, Pemko Banjarmasin sampai sekarang sangat membutuhkan tenaga di bidang kesehatan, demikian Muhidin. <strong>(phs/Ant)</strong></p>