KPU Rusia belajar efisiensi biaya Pemilu kepada KPU Indonesia karena keberhasilan pelaksanaan Pemilu pada tahun 2009, ujar Ketua KPU Pusat, A Hafiz Anshari. <p>Hal tersebut dikatakannya saat meresmikan gedung kantor KPUD Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, di Paringin, ibu kota Balangan, Kamis.<br /><br />Menurutnya, negara-negara di dunia memandang pelaksanaan Pemilu di Indonesia yang diikuti oleh lebih dari 170 pemilih merupakan salah satu yang terbesar dan sukses.<br /><br />"Meskipun untuk lingkup dalam negeri sendiri, Pemilu kita masih menyisakan masalah-masalah kecil, tetapi pandangan dunia luar relatif bagus," ujarnya.<br /><br />Atas keberhasilan itu, KPU Indonesia dengan KPU Rusia kemudian melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) di Kota Moscow, Rusia pada Juni lalu.<br /><br />Ia mengatakan, kerja sama yang tertuang dalam MoU tersebut dalam bidang pengelolaan dan administrasi Pemilu dengan bentuk pertukaran pengetahuan dan pengalaman serta pengembangan organisasi dan teknis Pemilu.<br /><br />"Kita melakukan pertukaran informasi, materi, keahlian dan pengaturan pelatihan personil serta sistem distribusi materi, teknologi pemungutan suara, partisipasi kaum minoritas dan perempuat serta kaum disabilitas," katanya.<br /><br />Ia menambahkan, rencana kerja sama tersebut telah dirintis sejak 2010 melalui pembahasan Komisi Bersama Indonesia-Rusia.<br /><br />"Kita patut berbangga, keberhasilan pelaksanaan Pemilu menjadi tolak ukur bagi negara lain untuk belajar, dan ini merupakan kesempatan berharga bagi kita untuk dapat berkembang menjadi lebih baik," tambahnya.<br /><br />Indonesia sebagai negara maritim yang terdiri dari banyak pulau, kadang menyebabkan kesulitan dalam pelaksanaan Pemilu dan pendistribusian logistik dan hal tersebut juga dialami oleh Rusia.<br /><br />Kesulitan yang terjadi biasanya berdampak pada besarnya anggaran biaya pelaksanaan Pemilu sehingga perlu adanya langkah-langkah antisipasi untuk mengefisienkannya.<br /><br />Karena itu, sangat perlu adanya persiapan matang melalui teknik dan mekanisme saling berbagi pengalaman dengan negara lain dengan harapan nantinya dapat dilakukan penekanan biaya, demikian A Hafiz Anshari. <strong>(phs/Ant)</strong></p>










