Home / Tak Berkategori

Laode Ida : Isu Kudeta Hanya Perang Urat Syaraf

- Jurnalis

Jumat, 25 Maret 2011 - 07:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPD RI Laode Ida mengatakan, isu kudeta yang berembus santer belakangan ini hanya merupakan perang urat saraf untuk mengganggu ketentraman berpikir pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). <p style="text-align: justify;">Wakil Ketua DPD RI Laode Ida mengatakan, isu kudeta yang berembus santer belakangan ini hanya merupakan perang urat saraf untuk mengganggu ketentraman berpikir pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).<br /><br />"Isu kudeta atau penggulingan kekuasaan pemerintah hanya isu pinggiran yang menimbulkan keresahan di kalangan orang-orang sekeliling SBY," kata Laode.<br /><br />Namun, perlu diingat bahwa imajinasi berpikir kudeta tidak muncul sekonyong-konyong, melainkan berlandaskan kekecewaan masyarakat, termasuk dari kalangan purnawirawan militer.<br /><br />"Kalangan purnawirawan militer menilai SBY tidak mampu menunjukkan kinerja seorang figur militer yang ideal. Dia dinilai peragu, tidak tegas dan hanya mengejar popularitas," kata Laode.<br /><br />Tetapi, kekecewaan purnawirawan militer tidak memiliki kekuatan untuk menggulingkan kekuasaan pemerintah karena sulit menkonsolidasikan kekuatan di kalangan militer aktif.<br /><br />"Tidak ada keretakan dalam institusi militer aktif. Semua masih dikendalikan pucuk pimpinan masing-masing kekuatan yang bertanggungjawab kepada panglima tertinggi yakni Presiden," katanya.<br /><br />Demikian halnya dengan konsolidasi elemen gerakan sosial dari kekuatan rakyat tidak mengkristal sehingga tidak ada alasan kuat untuk menyatakan militer turun tangan mendukung aspirasi rakyat.<br /><br />Ia mengemukakan, sejarah kudeta seperti yang terjadi di Mesir dan sejumlah negara di Timur Tengah bersumber dari gerakan rakyat kemudian ditopang kekuatan militer hingga berakhir dengan runtuhnya kekuasaan.<br /><br />Sedangkan di Indonesia, lanjuynya, tidak ada keretakan dalam institusi militer dan tidak ada konsolidasi gerakan sosial dari kekuatan rakyat yang mengkristal.<br /><br />Selain keadaan dalam negeri, kudeta terhadap pemerintahan yang sah turut dipengaruhi oleh faktor internasional.<br /><br />"Di mata dunia internasional, riak-riak atau isu kudeta pemerintah hanya dipandang sebagai dinamika demokrasi dan Presiden SBY dianggap pintar dan baik," kata Laode.(Eka/Ant)</p>

Berita Terkait

Staf Ahli Bupati Sintang Hadiri Wisuda II STT Misi Injili Indonesia
Bupati Malinau Resmikan Gedung Baru DPUPR Perkim
Bupati Sintang Buka Turnamen Sepakbola Garuda Championship 2026, Diikuti 17 Tim
Wartawan Barito Utara Bentuk Perkumpulan Pewarta sebagai Wadah Profesionalisme dan Kebersamaan
Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H
Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025
Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 18:45 WIB

Staf Ahli Bupati Sintang Hadiri Wisuda II STT Misi Injili Indonesia

Sabtu, 17 Januari 2026 - 12:00 WIB

Bupati Malinau Resmikan Gedung Baru DPUPR Perkim

Jumat, 16 Januari 2026 - 19:49 WIB

Bupati Sintang Buka Turnamen Sepakbola Garuda Championship 2026, Diikuti 17 Tim

Jumat, 16 Januari 2026 - 11:21 WIB

Wartawan Barito Utara Bentuk Perkumpulan Pewarta sebagai Wadah Profesionalisme dan Kebersamaan

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:57 WIB

Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H

Berita Terbaru

Kalimantan

Bupati Malinau Resmikan Gedung Baru DPUPR Perkim

Sabtu, 17 Jan 2026 - 12:00 WIB