Malaria Masalah Utama Kesehatan Di Sanggau

oleh

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau Jones Siagian mengatakan, penyakit malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah utama kesehatan di kabupaten itu. <p style="text-align: justify;">"Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh plasmodium malaria dan mempunyai pengaruh yang sangat besar pada angka kesakitan dan kematian bayi, anak balita dan ibu hamil serta dapat mengakibatkan penurunan produktivitas kerja," jelasnya di Sanggau, Kamis (09/12/2010).<br /><br />Diungkapkan Jones, dari 14 kabupaten /kota yang ada di Kalbar, 10 diantaranya daerah endemis. Sedangkan secara nasional, diperkirakan 70 persen penduduk Indonesia beresiko tertular malaria.<br /><br />"Berdasarkan laporan Puskesmas di wilayah Kabupaten Sanggau, angka kesakitan malaria yang dilaporkan pada tahun 2009 sebanyak 8.868 kasus. Angka kesakitan malaria berdasarkan AMI (Annual Clinical Malaria Incident) di Kabupaten Sanggau pada tahun 2009 meningkat menjadi 22,4 persen dibanding 2008 sebesar 20,2 persen," ungkap Jones.<br /><br />Menurut dia, penting upaya penurunan kasus malaria di Kabupaten Sanggau. Salah satunya adalah dengan penggunaan kelambu berinsektisida.<br /><br />Apalagi, kata dia, Kabupaten Sanggau telah mendapatkan distribusi kelambu sebanyak 132.261 lembar pada tahun 2010 yang akan didistribusikan ke seluruh masyarakat.<br /><br />Di jelaskan Jones, ada tujuh wilayah Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) Rawan I dengan AMI (Annual Indek Malaria) diatas 30 yang menggambarkan masih tingginya kasus Malaria. Untuk menentukan tingkat kerawanan ini dapat dilihat dari AMI Rawan I adalah 30 per seribu penduduk, Rawan II apabila 20-29 per seribu penduduk dan Rawan III apabila 20 per seribu penduduk.<br /><br />"Sebanyak tujuh kecamatan yang tergolong Rawan I, ada lima kecamatan termasuk Rawan II dan sebanyak enam kecamatan yang dikategorikan Rawan III. Upaya penanggulangan yang ditempuh melalui pihak terkait meliputi survei malaria dasar di tiga kecamatan yang termasuk Rawan I, pembagian kelambu celup di tiga kecamatan tersebut dan survey di Puskesmas," ujar Jones.<br /><br />Masih di sampaikan Jones, rencana ke depan adalah pelatihan petugas laboraturium, menyiapkan dana rutin untuk insentif petugas laboratorium, diagnosa, supervisi, pembagian kelambu dan survei malaria dasar serta evaluasi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>