Home / Tak Berkategori

Malaria Masalah Utama Kesehatan Di Sanggau

- Jurnalis

Kamis, 9 Desember 2010 - 23:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau Jones Siagian mengatakan, penyakit malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah utama kesehatan di kabupaten itu. <p style="text-align: justify;">"Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh plasmodium malaria dan mempunyai pengaruh yang sangat besar pada angka kesakitan dan kematian bayi, anak balita dan ibu hamil serta dapat mengakibatkan penurunan produktivitas kerja," jelasnya di Sanggau, Kamis (09/12/2010).<br /><br />Diungkapkan Jones, dari 14 kabupaten /kota yang ada di Kalbar, 10 diantaranya daerah endemis. Sedangkan secara nasional, diperkirakan 70 persen penduduk Indonesia beresiko tertular malaria.<br /><br />"Berdasarkan laporan Puskesmas di wilayah Kabupaten Sanggau, angka kesakitan malaria yang dilaporkan pada tahun 2009 sebanyak 8.868 kasus. Angka kesakitan malaria berdasarkan AMI (Annual Clinical Malaria Incident) di Kabupaten Sanggau pada tahun 2009 meningkat menjadi 22,4 persen dibanding 2008 sebesar 20,2 persen," ungkap Jones.<br /><br />Menurut dia, penting upaya penurunan kasus malaria di Kabupaten Sanggau. Salah satunya adalah dengan penggunaan kelambu berinsektisida.<br /><br />Apalagi, kata dia, Kabupaten Sanggau telah mendapatkan distribusi kelambu sebanyak 132.261 lembar pada tahun 2010 yang akan didistribusikan ke seluruh masyarakat.<br /><br />Di jelaskan Jones, ada tujuh wilayah Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) Rawan I dengan AMI (Annual Indek Malaria) diatas 30 yang menggambarkan masih tingginya kasus Malaria. Untuk menentukan tingkat kerawanan ini dapat dilihat dari AMI Rawan I adalah 30 per seribu penduduk, Rawan II apabila 20-29 per seribu penduduk dan Rawan III apabila 20 per seribu penduduk.<br /><br />"Sebanyak tujuh kecamatan yang tergolong Rawan I, ada lima kecamatan termasuk Rawan II dan sebanyak enam kecamatan yang dikategorikan Rawan III. Upaya penanggulangan yang ditempuh melalui pihak terkait meliputi survei malaria dasar di tiga kecamatan yang termasuk Rawan I, pembagian kelambu celup di tiga kecamatan tersebut dan survey di Puskesmas," ujar Jones.<br /><br />Masih di sampaikan Jones, rencana ke depan adalah pelatihan petugas laboraturium, menyiapkan dana rutin untuk insentif petugas laboratorium, diagnosa, supervisi, pembagian kelambu dan survei malaria dasar serta evaluasi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Pansus IV DPRD Kaltara Kebut Ranperda Literasi, Konsultasi ke Pusat Perbukuan Kemendikdasmen
Ciwanadri Tolak Dana Hibah Pemkab Melawi 2026, Pilih Perkuat Internal
Markus Jembari Dorong Keterlibatan Generasi Muda dalam Pembangunan Daerah Sintang
Rudy Andryas Minta Pemerintah Perhatikan Pengembangan Transportasi Umum, Khususnya Jalur Sungai
Rudy Andryas Soroti Pentingnya Transportasi Sungai bagi Aktivitas Masyarakat di Serawai dan Ambalau
 Anastasia Minta Masyarakat Sintang Harus Melek Teknologi
Anastasia Dorong Tenaga Pendidik di Sintang Kuasai Teknologi untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Pansus III DPRD Kaltara Kebut Pembahasan Dua Ranperda Strategis, Fokus SDA Kayan dan Pemberdayaan Desa

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 16:07 WIB

Pansus IV DPRD Kaltara Kebut Ranperda Literasi, Konsultasi ke Pusat Perbukuan Kemendikdasmen

Minggu, 12 April 2026 - 15:07 WIB

Ciwanadri Tolak Dana Hibah Pemkab Melawi 2026, Pilih Perkuat Internal

Sabtu, 11 April 2026 - 14:24 WIB

Markus Jembari Dorong Keterlibatan Generasi Muda dalam Pembangunan Daerah Sintang

Sabtu, 11 April 2026 - 14:18 WIB

Rudy Andryas Minta Pemerintah Perhatikan Pengembangan Transportasi Umum, Khususnya Jalur Sungai

Sabtu, 11 April 2026 - 14:14 WIB

Rudy Andryas Soroti Pentingnya Transportasi Sungai bagi Aktivitas Masyarakat di Serawai dan Ambalau

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play