Masyarakat Dayak yang bermukim di daerah pegunungan Meratus Dusun Salad, Paramasan, Hampang, Kotabaru, Kalimantan Selatan, menuntut pemerintah daerah setempat agar membangun gedung baru sekolah dasar. <p style="text-align: justify;">"Karena bangunan sekolah yang dibuat perusahaan PT Kodeco sudah kurang layak lagi," kata seorang guru sekolah dasar Paramasan, Iswanto, Selasa.<br /><br />Idealnya, gedung sekolah yang menggunakan konstruksi kayu tersebut sudah diganti dengan bangunan beton, mengingat sudah banyak yang direhab karena berlubang dan dimakan usia.<br /><br />Dia mengatakan, SD negeri Dusun Salad, Paramasan awalnya merupakan sebuah sekolah swasta yang kemudian pengelolaannya diserahkan kepada Dinas Pendidikan Kotabaru sejak perusahaan kayu tersebut tidak melakukan aktivitas di daerah tersebut.<br /><br />Sejak dikelola Dinas Pendidikan, SD negeri Dusun Salad, baru sekali mendapatkan dana dari APBD Kotabaru untuk membangun satu ruang belajar.<br /><br />SD negeri Dusun Salad, Paramasan memiliki 11 orang guru tersebut kini menampung 112 murid yang berasal dari anak suku Dayak yang bermukim di daerah pegunungan Meratus.<br /><br />Mereka sangat berharap dapat menikmati gedung sekolah baru, seperti halnya murid-murid di daerah lain, demikian Iswanto.<br /><br />Selain mengharapkan gedung sekolah baru, warga juga berharap sekolah tersebut dilengkapi dengan sarana penunjang lainnya.<br /><br />Seperti laboratorium dan sarana olahraga sebagai sekolah di perkotaan.<br /><br />Kepala Dinas Pendidikan Kotabaru Eko Suryadi Widodo Syahdan, hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi terkait keinginan warga Dayak atas gedung sekolah baru. <strong>(phs/Ant)</strong></p>










