Masyarakat Kotabaru Mulai Kekurangan Air Bersih

oleh

Sebagian masyarakat Kotabaru, Kalimantan Selatan mulai kesulitan mendapatkan air bersih, meski baru sekitar tiga pekan terakhir tidak turun hujan. <p style="text-align: justify;">Seorang ibu rumah tangga di Jalan Suryaganggawangsa Kotabaru Sulasih, Jumat, mengatakan, warga di sekitarnya terpaksa membagi waktu untuk mengambil air di sumur bor yang ada di daerah tersebut.<br /><br />"Jika sebelumnya warga di lingkungan kami bisa bebas mengambil air kapan saja dan berapapun banyaknya dari sumur bor sedalam 302 meter itu, tetapi belakangan ini, terutama sejak tidak ada hujan turun pengambilan air sumur bor mulai dijadwal setiap dua jam ganti," terangnya.<br /><br />Dalam dua jam tersebut, Sulasih mengaku hanya dapat mengambil sekitar dua drum air, dan air tersebut masih belum mencukupi untuk keperluan memasak, mencuci dan mandi untuk keluarganya.<br /><br />Karena mulai sulitnya air bersih tersebut, anggota keluarga Sulasih terpaksa harus berhemat.<br /><br />Bukan air sumur bor saja yang mulai berkurang, dengan tidak adanya hujan turun dalam dua pekan ini juga telah membuat sebagian pelanggan perusahaan daerah air minum (PDAM) Kotabaru juga mengeluh.<br /><br />Hal itu terjadi, karena PDAM setempat mulai memberlakukan giliran kepada pelangganya.<br /><br />Direktur Perusahaan Daerah Air Minum Kotabaru Zulkifli AR, mengatakan, akibat menurunya curah hujan akhir-akhir ini, debit air di beberapa titik mulai berkurang.<br /><br />"Akibatnya PDAM mulai pekan ini melakukan jadwal giliran kepada para pelanggan," katanya.<br /><br />Dikatakan, untuk sumber air di Gunung Mandin berkurang hingga 40 persen, dari 50 liter per detik menjadi 30 liter per detik.<br /><br />Sumber air di Gunung Perak berkurang 80 persen, dari 10 liter per detik tersisa dua liter per detik.<br /><br />Serta sumber air di Gunung Tirawan I berkurang 40 persen dari 10 liter per detik menjadi enam liter per detik dan Gunung Tirawan II berkurang 40 persen dari 30 liter per detik menjadi sekitar 20 liter per detik.<br /><br />Kasi Pelayanan dan Langganan Udin, menambahkan, PDAM masih belum dapat melatyani sambungan calon pelanggan baru hingga waktu yang tidak ditentukan.<br /><br />"PDAM baru bisa melayani sambungan baru apabila debit air di sejumlah sumber air mulai kembali normal," ujarnya.<br /><br />Udin menjelaskan, hingga saat ini puluhan calon pelanggan baru terpaksa bersabar hingga debit air kembali normal.<br /><br />Diterangkan hingga saat ini, jumlah pelanggan PDAM di wilayah perkotaan mencapai kisaran 8.000 pelanggan, terdiri dari pelanggan rumah tangga mencapai kisaran 80 persen sisanya pelanggan usaha, sosaial dan perkantoran. <strong>(phs/Ant)</strong></p>