Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menegaskan, produk Indonesia yang akan dipasarkan ke Inggris harus memenuhi standar Eropa yang ditetapkan untuk memberikan nilai kompetitif. <p style="text-align: justify;">Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menegaskan, produk Indonesia yang akan dipasarkan ke Inggris harus memenuhi standar Eropa yang ditetapkan untuk memberikan nilai kompetitif.<br /><br />"Inggris merupakan investor besar, perdagangan dengan mereka juga naik terus. Kalau mau masuk ke Eropa pemenuhan standar itu penting," kata Mendag di Jakarta, Rabu.<br /><br />Untuk meningkatkan volume perdagangan dengan Inggris, Indonesia ingin mengadopsi persyaratan dan pembentukan British Standart Institute untuk pemenuhan standar produk Eropa serta peningkatan "capacity building".<br /><br />"Kami akan membuka british standart institute, kalau mau masuk ke Eropa standar itu penting. Kami sudah rintis dua tiga tahun lalu dan sekarang mereka akan buka cabang di sini, itu akan memudahkan kita untuk memenuhi standar Eropa," ujarnya.<br /><br />Menurut dia, pembentukan dan persyaratan standar merupakan hal penting dalam pemasaran produk selain pemenuhan biaya dan sumber daya manusia.<br /><br />"Ini merupakan fasilitas, kalau bicara perdagangan tidak hanya bicara harga murah atau sumber daya, tetapi harus sudah berpikir bagaimana memenuhi berbagai macam standar, dan ini harus diperkuat," ujar Mari Elka Pangestu.<br /><br />Dengan demikian, ia mengharapkan volume perdagangan antara Indonesia dengan negara-negara Eropa termasuk Inggris dapat meningkat dari angka 10-12 persen saat ini.<br /><br />Saat ini ekspor Indonesia ke negara-negara Eropa antara lain aksesoris apparel clothing, kaos kaki, furnitur, produk manufaktur kayu, minyak sayur dan alat-alat elektronik.<br /><br />Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah Inggris ingin meningkatkan investasi dan perdagangan dengan Indonesia.<br /><br />Hal tersebut diungkapkan seusai menerima kunjungan resmi Duke of York atau Pangeran Andrew selaku Perwakilan Khusus Inggris untuk Investasi dan Perdagangan Internasional.<br /><br />"Bidang-bidang yang diminati di samping minyak dan gas, adalah komponen infrastruktur baik yang terkait dengan energi, transportasi maupun manufaktur," ujar Hatta.<br /><br />Hatta melanjutkan, Inggris juga ingin meningkatkan kapasitas para pengusaha dan pengusaha kecil Indonesia dalam berwirausaha dengan penerapan British Standar Institute.<br /><br />"Inggris sungguh ingin meningkatkan ‘capacity building’, terutama meningkatkan kemampuan pengusaha kita," ujarnya.<br /><br />Hatta menambahkan pemerintah Inggris menginginkan pembenahan birokrasi yang dapat menciptakan kepastian dan kemudahan berusaha di Indonesia, dengan perbaikan beberapa regulasi yang dirasakan masih menghambat dan menganggu iklim investasi.<br /><br />"Inggris menginginkan perbaikan beberapa regulasi, yang masih dirasakan menghambat atau yang disebut dengan uncertainty yang dijelaskan tadi itu. Saya menjelaskan bahwa kita sekarang melakukan reformasi besar-besaran di segala bidang, termasuk kepastian hukum dalam berusaha di Indonesia," ujarnya.<br /><br />Tugas Pangeran Andrew sebagai perwakilan khusus adalah mempromosikan Inggris sebagai lokasi tujuan yang menarik untuk investasi bagi investor asing, menciptakan kondisi bisnis yang lebih positif bagi perusahaan Inggris yang berinvestasi di luar negeri dan membantu ekspor produk dari perusahaan Inggris menuju pasar berkembang dan potensial. (Eka/Ant)</p>











