Home / Tak Berkategori

Menkumhan Minta KY Benahi Pengawasan Hakim

- Jurnalis

Jumat, 3 Desember 2010 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar meminta pimpinan Komisi Yudisial yang baru membenahi pengawasan hakim, mengingat selama ini banyak kinerja Komisi yang masih terganjal. <p style="text-align: justify;">"Terutama dalam pemberian sanksi pada hakim," ujarnya seusai menghadiri peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-46 dan peringatan puncak Hari AIDS se-Dunia di Kantor Wakil Presiden, Jumat (03/12/2010).<br /><br />Ia mengakui kerap terjadi resistensi Mahkamah Agung terhadap langkah-langkah Komisi Yudisial. "Namun resistensi itu bakal terpangkas dalam Undang-undang Komisi Yudisial hasil revisi. Bagaimana pun, Komisi Yudisial harus mempunyai kekuatan di dalam memberikan rekomendasi penghentian hakim," kata Patrialis.<br /><br />Karena itu, nantinya anggota Badan Kehormatan Hakim terdiri dari komisioner Komisi Yudisial dan Hakim Agung.<br /><br />"Jadi lebih kokoh, tidak ada lagi semacam rival antar lembaga negara," katanya menambahkan.<br /><br />Terkait RUU KY yang masih "mandeg" di parlemen, Patrialis mengatakan, "Ya Pemerintah terus memantau, mengkaji setiap perkembangan yang ada. Yang jelas RUU itu merupakan salah satu komitmen kita untuk memperkuat KY,".<br /><br />Sementara itu pada Kamis (2/12) komisi III DPR RI telah memilih tujuh anggota Komisi Yudisial (KY) melalui mekanisme voting pada pleno komisi di Gedung DPR RI, Jakarta.<br /><br />Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Tajtur Sapto Edy, mengatakan, pemilihan tujuh anggota Komisi Yudisial dilakukan Komisi III DPR RI setelah sebelumnya melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap 14 calon anggota Komisi Yudisial pada Rabu (1/12) hingga Kamis.<br /><br />Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional ini menambahkan, pemilihan anggota Komisi Yudisial terutama berdasarkan pendekatan integritas dan rekam jejak yang baik.<br /><br />Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Nasir Djamil menambahkan, berdasarkan pendekatan integritas dan rekam jejak yang baik, ada beberapa nama yang layak menjadi anggota Komisi Yudisial.<br /><br />Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Trimedya Pandjaitan mengatakan, pemilihan anggota Komisi Yudisial menggambarkan gabungan dari unsur kejaksaan, akademisi, dan kehakiman. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Pansus IV DPRD Kaltara Kebut Ranperda Literasi, Konsultasi ke Pusat Perbukuan Kemendikdasmen
Ciwanadri Tolak Dana Hibah Pemkab Melawi 2026, Pilih Perkuat Internal
Markus Jembari Dorong Keterlibatan Generasi Muda dalam Pembangunan Daerah Sintang
Rudy Andryas Minta Pemerintah Perhatikan Pengembangan Transportasi Umum, Khususnya Jalur Sungai
Rudy Andryas Soroti Pentingnya Transportasi Sungai bagi Aktivitas Masyarakat di Serawai dan Ambalau
 Anastasia Minta Masyarakat Sintang Harus Melek Teknologi
Anastasia Dorong Tenaga Pendidik di Sintang Kuasai Teknologi untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Pansus III DPRD Kaltara Kebut Pembahasan Dua Ranperda Strategis, Fokus SDA Kayan dan Pemberdayaan Desa

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 16:07 WIB

Pansus IV DPRD Kaltara Kebut Ranperda Literasi, Konsultasi ke Pusat Perbukuan Kemendikdasmen

Minggu, 12 April 2026 - 15:07 WIB

Ciwanadri Tolak Dana Hibah Pemkab Melawi 2026, Pilih Perkuat Internal

Sabtu, 11 April 2026 - 14:24 WIB

Markus Jembari Dorong Keterlibatan Generasi Muda dalam Pembangunan Daerah Sintang

Sabtu, 11 April 2026 - 14:18 WIB

Rudy Andryas Minta Pemerintah Perhatikan Pengembangan Transportasi Umum, Khususnya Jalur Sungai

Sabtu, 11 April 2026 - 14:14 WIB

Rudy Andryas Soroti Pentingnya Transportasi Sungai bagi Aktivitas Masyarakat di Serawai dan Ambalau

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play