Menteri LH : Penilaian Adipura Lebih Objektif

oleh

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Gusti Muhammad Hatta mengatakan penilaian Adipura akan lebih objektif sehingga tidak terjadi kecurangan dalam penentuan pemenang penghargaan lingkungan itu. <p style="text-align: justify;"><br />"Penilaian Adipura akan lebih objektif sehingga siapa pun yang ditetapkan sebagai pemenang benar-benar melalui proses penilaian sesuai aturan," ujarnya di Banjarbaru, Rabu (23/03/2011).<br /><br />Hal itu di katakan Menteri di depan Wali Kota Banjarbaru Ruzaidin Noor, anggota forum koordinasi pimpinan daerah dan tokoh masyarakat usai meresmikan IPAL tahu Kelurahan Mentaos Banjarbaru sehari sebelumnya. <br /><br />Ia mengatakan, salah satu bentuk objektivitas penilaian Adipura adalah tim penilai Adipura pusat yang diturunkan secara silang ke kabupaten dan kota yang menjadi objek penilaian.<br /><br />"Tim penilai Adipura akan di rolling dan bekerja secara silang seperti tim regional Kalimantan menilai kabupaten dan kota di Jawa, begitu pula sebaliknya sehingga penilaian benar-benar objektif," ungkapnya.<br /><br />Sistem silang digunakan untuk menghindari terjadi konflik kepentingan sekaligus mencegah terjadinya kecurangan dalam penilaian sehingga penghargaan yang diberikan benar-benar murni dan sesuai kenyataan.<br /><br />Di sisi lain, kata dia, kategori penilaian juga diperluas tidak hanya menilai kebersihan yang terkait pengelolaan sampah dan keteduhan dalam bentuk penyediaan ruang terbuka hijau (RTH).<br /><br />Kategori penilaian ditambah dengan pengendalian pencemaran air, dan pengendalian pencemaran udara yang dinilai berdasarkan pengukuran kualitas air maupun udara di tempat-tempat yang menjadi objek penilaian.<br /><br />Penambahan kategori itu bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perhatian pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga dan memelihara kualitas air dan udara sehingga memberikan kenyamanan dan kesehatan warganya. <br /><br />"Cakupan penilaian juga berbeda dimana sebelumnya objek yang dinilai hanya 60 persen dari keseluruhan titik pantau tetapi ke depan seluruh titik pantau akan dinilai sehingga penilaian lebih lengkap," ujarnya.<br /><br />Ditambahkan, pihaknya juga memperluas kelembagaan dengan membentuk lembaga baru yakni Sekretariat Adipura, tim pemantau, tim teknis, dan dewan penilai Adipura untuk menjaga akuntabilitas penilaian.<br /><br />"Dewan penilai Adipura juga melibatkan mantan Menteri LH, pakar kota, pakar sampah, lembaga swadaya masyarakat, termasuk wartawan," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>