Menteri LH Resmikan Ipal Biogas Tahu Banjarbaru

oleh

Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta meresmikan instalasi pengolahan air limbah (ipal) tahu di pabrik tahu sumber indah kelurahan mentaos banjarbaru kalimantan selatan, selasa. <p style="text-align: justify;">"kami sangat gembira sekali karena ipal yang dibangun mampu menghasilkan energi alternatif dari limbah ampas tahu menjadi biogas," ujar menteri di sela-sela peresmian instalasi tersebut.<br /><br />Instalasi pengolahan air limbah industri tahu di kompleks sumber indah kelurahan mentaos itu dibangun atas kerja sama kementerian negara lingkungan hidup dengan pemerintah kota banjarbaru beserta pengelola pabrik setempat.<br /><br />Dijelaskan, kapasitas sistem instalasi terdiri dari 3 buah biogester di setiap tempat pengolahan tahu dan satu buah sistem kolam aerobik dan an aerobik yang terintegrasi dengan sistem pemipaan.<br /><br />Daya tampung sistem instalasi mampu menampung 42 meter kubik ampas tahu per hari yang dihasilkan dari produksi tahu sebanyak 2.100 kilogram per hari dengan volume air limbah 42 meter kubik per hari.<br /><br />Biogas yang dihasilkan dari instalasi itu mencapai 63 meter kubik per hari dibandingkan dengan kebutuhan energi untuk satu kepala keluarga sebanyak 2 meter kubik per hari sehingga bisa dimanfaatkan untuk 32 kepala keluarga.<br /><br />"jika dihitung penghematan terhadap minyak tanah maka 1 meter kubik biogas setara 0,62 liter sehingga menghemat minyak tanah mencapai 39 liter per hari," ungkapnya.<br /><br />Sementara, gas co2 yang direduksi 1438,5 kilogram per hari, methan sebesar 57,54 kilogram per hari dan efisiensi ipal terhadap penurunan beban pencemar sebesar 90 persen.<br /><br />Lebih lanjut, ia mengatakan, pembangunan instalasi itu bertujuan mengendalikan dampak limbah pengolahan tahu sehingga tidak lagi dikeluhkan masyarakat baik karena bau busuk maupun sampah padat lainnya.<br /><br />"harapan kami, melalui instalasi ini mampu mengatasi pencemaran lingkungan dan dampak kesehatan masyarakat serta mengambil manfaatnya melalui gas metan yang dihasilkan dari pengolahan limbah," ungkapnya.<br /><br />Wali kota banjarbaru ruzaidin noor mengatakan, sesuai kerja sama yang disepakati pihaknya akan mengawasi operasional instalasi sehingga bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.<br /><br />"pengawasan dilakukan instansi terkait dan diharapkan operasionalnya mampu berjalan maksimal sehingga masyarakat aman dan nyaman menikmati fasilitas yang disediakan," ujarnya. <br /><br />Pemilik sekaligus pengelola pabrik, slamet mengatakan, manfaat biogas yang dihasilkan dari limbah tahu sangat dirasakan masyarakat di sekitarnya sehingga mereka tidak repot lagi kesulitan bahan bakar.<br /><br />"saat ini baru 32 kk yang sudah menikmati biogas dan menggunakannya untuk memasak dan penerangan sehingga ke depan kami berupaya meningkatkan jumlah warga tersebut sesuai kapasitas instalasi," katanya.</p>