Minum Miras di Area Parkir Kuliner Melawi, Ini Tindakan Petugas Kepolisian

oleh

MELAWI, KN – Saat melaksanakan kegiatan Pengawasan Pelaksanaan Penerapan Protokol Kesehatan di Lapangan Kuliner Nanga Pinoh, Personil Polres Melawi yang di pimpin Iptu Oding Ardi menemukan sejumlah remaja yang kumpul-kumpul diseputaran lapangan parkir Kuliner,  Rabu (20/1/2021) sekitar pukul 20.45 Wib.

Paur Humas Polres Melawi Bripka Arbain menyampaikan saat petugas menghampiri kerumunan tersebut, Remaja-remaja tersebut tidak ada respon atau merasa takut.

“Saat kami menghampiri kumpulan remaja tersebut mereka tidak merasa taku, malah dengan santainya salah satu dari mereka meneguk arak yang ada di botol minuman mineral” Ucapnya.

Melihat kejadian tersebut Iptu oding Ardi menegur mereka, dengan jawaban santai mereka menjawab minum-minum om capek kerja satu harian, melihat situasi tersebut saya langsung mengambil botol yang ada didepan mereka, ternyata isi botol tersebut Arak, setelah saya acari- cari lagi ternyata masih ada satu bungkus (satu Kampel) arak yang tersisa.

“Setelah Saya Ambil, araknya langsung saya buang di depan mereka dengan cara ditumpahkan ke parit-parit”.

“Merasa tidak terima araknya di buang mereka ngomel-ngomel tapi tidak saya hiraukan, lalu ada salah satu dari mereka mendatangi saya, marah-marah minta ganti rugi atas arak yang saya buang tersebut, hal tersebut saya lakukan siaran langsung di FB Pribadi saya, Bain Bharaduta”.

“Remaja-remaja tersebut bekerja ngamen dan mereka banyak yang dari luar Melawi, banyak masyarakat yang menyampaikan ke saya pribadi, kalau remaja-remaja ini seharusnya dibina dipulangkan ke daerah asalnya ke orang tuanya, semoga dinas terkait bisa merespon kejadian ini” harap Arbain.

“Harus dilakukan Tindakan yang bisa membuat epek jera, karena ini bisa menjadi gangguan kamtibmas, dengan petugas saja mereka berani melawan apalagi kalau ada orang umum biasa yang menegur mereka. Dan saya berharap pihak terkait memberikan penerangan pada area parkir kuliner karena di daerah tersebut gelap sekali, bisa mengakibatkan gangguan kamtibmas lainnya”.

Perlu adanya sentuhan dari pihak terkait seperti dinas Sosial dalam penanganan masalah remaja-remaja ini, karena dari kejadian tersebut terlihat kalau mereka kurang Pendidikan dan rasa menghargai orang lain bahkan orang yang lebih tua. (*)