Mulai Mei Seluruh Cargo Diangkut Kapal Indonesia

oleh

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat Indonesian National Shipowners Association Sujatmiko menyatakan, Mei mendatang semua cargo dapat diangkut oleh kapal yang berbendera Merah Putih Indonesia. <p style="text-align: justify;">"Hingga Februari lalu, dari sekitar 250 juta cargo, 95 persen diangkut ke daerah tujuan dengan menggunakan kapal berbendera merah putih, sisanya masih menggunakan kapal berbendera asing," kata Jatmiko, pada peresmian kantor sekretariat bersama Indonesian National Shipowners Association (INSA) dan Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Kotabaru, Rabu (09/03/2011). <br /><br />Sesuai Undang-Undang No.17 tahun 2008 tentang pelayaran, muatan dalam negeri harus diangkut dengan menggunakan kapal berbendera merah putih, namun kenyataannya karena berbagai kepentingan hingga saat ini masih banyak muatan diangkut dengan kapal-kapal asing. <br /><br />"Kami menyadari, bahwa para pengusaha asing masih sangat berkepentingan untuk mengembangkan usahanya di Indonesia, karena Indonesia memiliki potensi maritim cukup besar," terangnya. <br /><br />Karena berpihak terhadap pengusaha dalam negeri itulah, banyak pengusaha yang masih terkait dengan pengusaha asing menghendaki adanya perubahan UU No.17/2008. <br /><br />Menurut Jatmiko, UU No.17/2008 merupakan perwujudan dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, oleh karena itu masyarakat, khususnya asosiasi kemaritiman harus menunjukkan jatidirinya mampu untuk mengelola potensi yang ada di wilayahnya demi kesejahteraan bersama. <br /><br />Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia Bambang K Rahmadi menegaskan, APBMI dan INSA merupakan dua organisasi yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya, karena saling membutuhkan. <br /><br />"Seperti mata uang yang memiliki dua sisi, tidak dapat dipisahkan, oleh karena itu dua asosiasi itu harus dapat bekerjasama dengan baik," terangnya. <br /><br />Oleh karena itu, sangatlah wajar jika di Kotabaru dua asosiasi itu membangun kantor bersama, dan ini baru satu-satunya di Indonesia. <br /><br />Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Cabang Kotabaru Sutarto, menambahkan, dengan berdirinya kantor sekretariat bersama diharapkan dapat membantu laju pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. <br /><br />Bupati Kotabaru Irhami Ridjani menyatakan, semua perusahaan yang ada di daerah harus peduli terhadap pembangunan di Kotabaru. <br /><br />"Meski di Kotabaru saat ini banyak perusahaan, kenyataanya mereka tidak peduli terhadap pembangunan, kalaupun ada itu sangat kecil," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>