Muslim Aid Internasional siap mendukung program Organisasi Kesehatan Ounia (WHO) dalam upaya memerangi resistensi obat, kata juru bicara Muslim Aid Indonesia Nanda Aprilia. <p style="text-align: justify;">Muslim Aid Internasional siap mendukung program Organisasi Kesehatan Ounia (WHO) dalam upaya memerangi resistensi obat, kata juru bicara Muslim Aid Indonesia Nanda Aprilia.<br /><br />"Kami mendukung WHO dalam upaya memerangi resistensi obat, sebagai tema yang di usung WHO dalam rangkaian peringatan hari kesehatan dunia tahun 2011," katanya dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Banda Aceh, Sabtu.<br /><br />Hal itu disampaikan Nanda dalam rangkaian peringatan Hari Kesehatan Dunia yang jatuh pada setiap 7 April.<br /><br />Muslim Aid Internasional, katanya telah menyerukan kepada pemerintah untuk mengambil tindakan kuat dalam menghadapi tantangan global yang mempengaruhi kesehatan masyarakat miskin di seluruh dunia.<br /><br />Disebutkan, peningkatan populasi global perkotaan, berdampak munculnya penyakit menular seperti tuberkolosis dan malaria yang menjadi sulit diatasi karena adanya kekebalan terhadap aneka obat.<br /><br />Hal tersebut tentunya mengancam efektivitas obat antibiotik dan antivirus yang banyak digunakan dalam keadaan darurat kemanusiaan serta kesehatan yang terkait dengan Tujuan Pembangunan Millenium (Millenium Development Goals:MDG’s), kata dia.<br /><br />Setiap tahunnya, sekitar 440.000 kasus baru penyakit tuberkolosis yang kebal terhadap obat mengakibatkan setidaknya kematian 150.000 jiwa di seluruh dunia.<br /><br />"Pogram-program kesehatan yang kami lakukan termasuk menjalankan klinik kesehatan primer, klinik ibu dan anak serta pusat pengobatan pasien yang menderita penyakit diakibatkan oleh bakteri dari dalam air," kata dia.<br /><br />Nanda menyebutkan, Muslim Aid berkomitmen meningkatkan kesehatan masyarakat di negara-negara berkembang dalam upaya mendukung mereka terhadap kemajuan sosial dan ekonomi.<br /><br />Sebagian besar dari hibah Muslim Aid, katanya meyebutkan terdiri atas obat-obatan dan telah dikirim ke komunitas yang paling dirugikan terkena dampak konflik dan bencana.<br /><br />Muslim Aid juga telah menyediakan peralatan medis dan produk farmasi untuk intervensi kemanusiaan di Gaza dan Libya, lokakarya kesadaran kanker payudara di Irak dan Libanon, kesehatan ibu di Sudan, Senegal dan Gambia serta memberikan pelatihan kesehatan dan program operasi gratis di Indonesia.<br /><br />Muslim Aid di Indonesia telah aktif pascatsunami Aceh, 26 Desember 2004 dan sudah melebarkan kegiatan-kegiatannya yang meliputi berbagai wilayah di nusantara ini untuk memberikan bantuan tanggap darurat dan program-program pembangunan di Aceh, Yogyakarta, Jakarta, dan Sumatera Barat.<br /><br />"Kegiatan kami termasuk memberikan bantuan tanggap darurat, pembangunan infrastruktur untuk kebutuhan dasar masyarakat seperti menyediakan penampungan sementara, rumah-rumah permanen, jalan, sistem drainase, dan pembangunan jembatan," kata Nanda Aprilia. (Eka/Ant)</p>














