Dewan pimpinan cabang Organisasi Angkutan Darat Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menyurati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk meminta bantuan mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak di daerah tersebut. <p style="text-align: justify;">"Dengan adanya pengaduan melalui surat tersebut kami harap Presiden dapat segera turun tangan mengatasi kelangkaan BBM terutama untuk jenis solar," kata Ketua Harian DPC Organda Kotawaringin Timur, Zulkifli Nasution, di Sampit, Sabtu.<br /><br />Ia mengaku, sebelumnya pihak DPC Organda Kotawaringin Timur juga telah menyurati Presiden, namun surat yang pertama itu belum ada tanggapan hingga saat ini.<br /><br />Surat kedua perihal solusi komprehensif dan mendasar mengenai penanganan kelangkaan BBM di Kotawaringin Timur tersebut disampaikan kepada Presiden RI, Ketua DPR RI, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kepala Kepolisian RI, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas).<br /><br />Surat tersebut juga ditembuskan kepada Gubernur Kalteng, Ketua DPRD Kalteng, Kepala Kepolisian Daerah Kalteng, Danrem 1015/Panju Panjung, Kepala Dinas Perhubungan Kalteng, Bupati Kotawaringin Timur, Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Kepala Kepolisian Resor Kotawaringin Timur, Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur dan Kepala Administrator Pelabuhan Sampit.<br /><br />Menurut Zulkifli, kelangkaan BBM terutama untuk jenis solar di wilayah Kotawaringin Timur telah berlangsung tiga tahun terakhir, namun pemerintah daerah maupun pusat hingga saat ini belum berupaya mengatasi permasalahan itu.<br /><br />Kondisi itu telah berdampak pada ekonomi dan sosial, yakni tersendatnya arus distribusi barang, keterlambatan bongkar muat barang di pelabuhan Sampit dan Bagendang.<br /><br />Kelangkaan BBM juga mengakibatkan antrean kapal di Pelabuhan Sampit dan Bagendang, meningkatnya harga kebutuhan bahan pokok akibat naiknya biaya angkut serta menyebabkan antrean kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) semakin panjang.<br /><br />Selama ini Organda Kotawaringin Timur sudah berjuang maksimal mulai dari melakukan pendekatan kepada pemerintah daerah, DPRD hingga pihak polisi. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil karena tetap saja BBM sulit didapatkan.<br /><br />"Kami juga telah mengundang pihak BPH Migas untuk mengatasi kelangkaan BBM jenis solar di wilayah Kotawaringin Timur, tetapi tetap saja tidak ada hasilnya," katanya.<br /><br />Dirinya juga telah mempertanyakan kepada pihak BPH Migas mengapa kelangkaan BBM jenis solar hanya terjadi di wilayah Kalimantan saja, sementara daerah lain seperti di Jawa berjalan lancar-lancar saja.<br /><br />Pada waktu itu pihak BPH Migas berpendapat wilayah pulau Jawa merupakan termasuk ring I jadi tidak boleh sampai terjadi kelangkaan, sedangkan kelangkaan BBM jenis solar di Kalimantan masih dalam batas kewajaran.<br /><br />Salah satu solusi pamungkas untuk mengatasi kelangkaan BBM solar di Kotawaringin Timur adalah mengubah sebagian SPBU subsidi menjadi non subsidi.<br /><br />Selama ini 80 persen penggunaan solar subsidi yang disalurkan SPBU untuk kepentingan transportasi, jadi cukup disediakan satu atau dua SPBU untuk melayani armada angkutan sembako. <strong>(das/ant)</strong></p>











